Politik dan Hukum

Hatinya Lebih Busuk dari Bangkai

Oleh. H.M Ali Moeslim Bismillahirrahmanirrahim Dikisahkan dalam Al- Qur’an, sebelum datang ke arena pertandingan, para tukang sihir yang sudah dikumpulkan meminta upah kepada Fir’aun jika mereka nanti bisa menang mengalahkan Musa as. Allah Swt. berfirman: وَجَاۤءَ السَّحَرَةُ فِرْعَوْنَ قَالُوْٓا اِنَّ لَنَا لَاَجْرًا اِنْ كُنَّا نَحْنُ الْغٰلِبِيْنَ “Dan beberapa ahli sihir

Strategi Pendidikan Tinggi Di Era Khilafah Dalam Menghasilkan Generasi Cemerlang

Dunia Pendidikan Tinggi di negeri-negeri kaum Muslim, tidak terkecuali Indonesia, berkiblat pada potret pendidikan tinggi negara-negara maju semacam Amerika, belahan Eropa, termasuk Tiongkok dll. Alih-alih membawa perubahan melejitkan negara, yang justru terjadi adalah problem generasi yang makin bertumpuk, dengan model masalah sebagaimana bentukan generasi ala peradaban kapitalis-sekuler. Generasi muda makin

blank

Menakar Kerugian Indonesia Atas Sengketa Laut Dengan Vietnam di Kawasan Natuna Utara

Oleh. Ervan Liem Tiga belas tahun sudah perundingan Indonesia-Vietnam soal konsesi laut Natuna Utara dilakukan, dengan 16 kali pertemuan namun hingga saat ini persoalan tersebut masih mengambang dan belum memberikan kepastian, lagi-lagi Vietnam masih saja menawar kedaulatan negeri tercinta ini yang mana pemerintah kita juga belum mampu tegas dalam memberikan

blank

Bahaya Dialog Antaragama

Ide dialog antaragama ini mulai muncul secara internasional pada tahun 1932 ketika Prancis mengutus delegasinya untuk berunding dengan tokok-tokoh ulama Al-Azhar (Kairo) mengenai ide penyatuan tiga agama; Islam, Kristen dan Yahudi. Kegiatan ini kemudian ditindaklanjuti dengan Konferensi Paris tahun 1933 yang dihadiri oleh para orientalis dan misionaris dari berbagai universitas

blank

Refleksi 2022, Catatan Besar CengkeramanOligarki diIndonesia

Merefleksi peristiwa yang paling menunjukkan kuatnya cengkeraman korporatokrasi berikut para oligarkinya di negeri ini sepanjang 2022, Direktur Indonesian Justice Monitor (IJM) Agung Wisnuwardhana memaparkan beberapa catatan besar. “Catatan kritis saya terkait dengan kebijakan publik tahun 2022 ada beberapa poin yang mungkin tidak semuanya tapi yang saya catat cukup besar,” ujarnya

blank

Sebuah Refleksi, antara Merajalelanya Kejahatan dan Ilusi Kesejahteraan

Oleh. Afiyah Rasyad Tinggal menghitung hari, tahun baru sudah siap menanti. Namun, permasalahan demi permasalahan masih setia menemani. Meski pandemi telah terlewati, kondisi masyarakat masih tampak setia berada di level terendah. Kejahatan pun kian mumtaz. Dari level jelata hingga pejabat seakan hobi berlaku jahat. Layar kaca dan jagat media berhias

blank

Ketika Bilal Menyatakan Identitasnya

Oleh. K.H. M Ali Moeslim Bismillahirrahmanirrahim Umayyah berkata, “Apakah kamu bersedia mati dalam keadaan seperti ini? Ataukah kamu mau terus hidup, dengan syarat kamu tinggalkan agama Islam?” Walaupun Bilal ra. disiksa seperti itu, dia tetap berkata, “Ahad, Ahad!” Yaitu maksudnya bahwa Allah itu Maha Esa. Pada malam harinya, Bilal diikat

blank

Halloween dan Perayaan Jahiliah

Oleh. K.H. M Ali Moeslim Bismillahirrahmaanirrahiim Menurut informasi media massa, saat ini 154 orang tewas terimpit ketika kerumunan orang yang merayakan Halloween berdesak-desakan di sebuah gang pusat kehidupan malam di Seoul, ibu kota Korea Selatan, pada Sabtu (29/10) malam. Perayaan Halloween berasal dari festival bangsa Celtic kuno, yaitu festival Samhain.

blank

Lembaga Peradilan ala Demokrasi, Mungkinkah Bebaskan Negeri dari Korupsi?

Oleh: Ummu Aqila Negeri bebas korupsi adalah impian bagi setiap negara. Negara besar, kecil, modern, terbelakang pun tak terkecuali. Regulasi di lembaga-lembaga pemerintah, regulasi di lembaga peradilan dimaksudkan sebagai tindakan preventif tindak kasus korupsi. Namun, semua itu tidak memberikan hasil yang diharapkan. Bukannya kasus tindak korupsi menjadi berkurang faktanya semakin

blank

Disorientasi Sepak bola

Oleh. Ahmad Sastra Dunia olah raga persepakbolaan negeri ini berduka, pasalnya pertandingan antara Arema dan Persebaya berakhir dengan tewasnya para penonton akibat terkena gas air mata. Tentu saja pihak kepolisian harus bertanggung jawab atas meninggalnya ratusan penonton arema ini. Termasuk di dalamnya adalah manajemen Arema dan PSSI hingga menpora harus

blank

Kanjuruhan: Ikatan dan Komitmen

Oleh. K.H. M Ali Moeslim Bismillahirrahmaanirrahiim Dunia sepak bola berduka, banyak tokoh, praktisi, klub sepakbola luar negeri menyampaikan bela sungkawa. Indonesia berduka atas insiden kerusuhan suporter di stadion Kanjuruhan Malang yang terjadi Sabtu malam (1 Oktober 2022). Peristiwa ini menjadi catatan sejarah kelam dalam dunia olah raga khususnya sepak bola