Bahasa dan Sastra

Hati yang Terpaut

Oleh. Afiyah Rasyad Tak sekadar kata yang terajut Hati kita saling terpaut Tak sebatas nama yang tersebut Jalinan ukhuwah tak kan pernah kusut Meski hanya kenangan yang menemani Namun, jalinan pertemanan tak kan bertepi Perjuangan di tempat baru telah menanti Maka jiwa telah rela melepas sahabat sejati Persaudaraan terajut begitu

Selengkapnya

Bukan Nirwana

Oleh. Ummu Abdurrahman Suara tembakan membahana Terbahak melihat manusia tak lagi bernyawa Seringai benci mengumbar penuh jemawa Matinya rasa terpampang sempurna Pembunuhan massal dengan sejuta alasan Arogansi terpahat pada tiap tindakan Membabi buta penuh kebencian Islamofobia menjadi penyakit turunan Adidaya yang tak digdaya Merasa gagah meski tak berdaya Rasa bangga

Selengkapnya

Renta

Oleh. Afiyah Rasyad Menuli bebal pads kebenaran Membuta mata hati tak peduli sebuah tamparan Tak ada arti sebuah teguran Hati nurani lama berkeliaran Telah renta kebijakan yang pongah Hadir di altar lorong gelisah Menoreh luka yang tak berdarah Demi kuasa tercecer ragam musibah Berkata cinta Namun, lisan berlumur dusta Janji-janji

Selengkapnya

Ramadan Telah Pergi

Oleh. Nur Rahayu Sebulan penuh menjalankan perintah-Mu Bulan yang ditunggu setiap hamba-Mu Bulan penuh keberkahan meruah dari-Mu Bagi siapa saja yang bertakwa dalam ibadah-Mu Berlomba-lomba mencari keridaan Masjid-masjid penuh menu zaburan Sang ibu mengandeng anak melatih peribadahan Tentang indahnya puasa Ramadan Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Kumandang takbir pun

Selengkapnya

Selendang Taqwa

Oleh. Afiyah Rasyad Kemaksiatan terserak di muka bumi Kala penerapan aturan tak kenal hati nurani Menyalahi Dzat Yang Mahasuci Agama sebatas seremonial dijalani Kemelut dan prahara membubung tinggi Berbagai persoalan terus hadir tiada henti Ketaqwaan dibiarkan menepi Kerusakan demi kerusakan datang silih berganti Ramadhan bulan mulia Bulan untuk menempa jiwa

Selengkapnya

Bulan Berkah

Oleh. Afiyah Rasyad Aroma Ramadhan kian menguat Sya’ban bergulir sangat cepat Azamkan diri dalam pelukan taat Meraih keberkahan di bulan penuh rahmat Amal kebaikan jangan sampai cuti Cahaya ibadah tak boleh mati Bulan berkah sudah siap menanti Mereguk pahala sepenuh hati Bukan sebatas euforia Setiap muslim kan menyambut penuh suka

Selengkapnya

Kal An’am

Oleh. Afiyah Rasyad Kal an’am Banyak bertebaran di seluruh alam Kala kehiduoan jauh dari Islam Akal berkubang dalam lembah kelam Bahkan lebih sesat Manusia berbuat laknat Hidup jauh dari taat Kelakuan berselimut maksiat Allah memberikan akal Agar hidup terus tawakal Pada ketaatan kuat mencekal Kemaksiatan terus dijungkal Namun setengah manusia

Selengkapnya

Semburat Cahaya

Afiyah Rasyad Kini masih tiada Dunia berkubang malapetaka Permasalahan demi permasalahan menyapa Merampas bahagia dari rotasi dunia Kini masih tiada Satu sembilan dua empat saat akhirnya Derita demi derita menghiasi semesta Membuat manusia terpuruk dalam duka nestapa Lebih dari seribu purnama Sangat kelam tak ada cahaya Kehidupan berhias buruknya peristiwa

Selengkapnya