Study Islam

KEBIADABAN YAHUDI DAN PENGKHIANATAN PARA PENGUASA MUSLIM

  KHUTBAH PERTAMA إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةَ مَنْ هُوَ   خَيْرٌ مَّقَامًا وَأَحْسَنُ نَدِيًّا، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

Hafal dan Paham

Dulu sempat lihat ada diskusi, bagi anak kecil, manakah yang lebih utama antara hafal atau paham. Hafalan dulu mumpung masih kecil, katanya. Paham dulu karena percuma hafal kalau tidak paham, kata yang lain. Kalau kita tengok biografi para ulama, mereka memulai dengan hafalan, lalu memahami apa yang dihafal. Jadi selagi

CARA SYAR’I MEMBASMI KORUPSI

KHUTBAH PERTAMA إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةَ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مَّقَامًا وَأَحْسَنُ نَدِيًّا، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا محَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمُتَّصِفُ بِالْمَكَارِمِ

HATI-HATI MEMINTA IZIN

Oleh: Yudha Pedyanto Dalam Islam, ada amalan-amalan yang berdiri sendiri seperti sholat dan puasa, ada pula amalan-amalan yang melibatkan kepemimpinan (leadership, imamah) dan keorganisasian (followership, jamaah) seperti dakwah dan jihad. Kalau ibadah seperti sholat dan puasa waktu pelaksanaannya sudah fixed. Namun berbeda dengan dakwah dan jihad; disamping menuntut pengorbanan besar

Pembukaan Dayeuh Pakuan Untuk Islam (Sejarah Awal Islam di Bogor Sebelum Era Kolonial, Circa 1480–1680)(Bagian Satu)

Seketika itu juga (dalam perjalanan pasukan Banten ke Pakuan), kata Maulana Judah, “Hayyâ bismillâh!” Ia lalu membaca doa, “Bismillâhi’r-Rahmâni’r-Rahîm lâ hawlâ wa lâ quwwata illâ bilLâh al-‘aliyy’il-‘azhîm,” Itulah niatnya orang yang hendak SabîlulLâh Ta’âlâ.1 Jika kita berkunjung ke pusat Kota Bogor hari ini, citra yang tampak dari kota bersejarah di

JANGAN BIARKAN RAKYAT MABUK JUDI ONLINE !

KHUTBAH PERTAMA إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةَ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مَّقَامًا وَأَحْسَنُ نَدِيًّا، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا محَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمُتَّصِفُ بِالْمَكَارِمِ

Tradisi Khitbah di Pulau Madura

Oleh. Thohiroh Ranum (Praktisi Remaja) Menghidupkan kebiasaan baik memang harus dipaksakan, tanpa dipaksa kita bisa dikatakan tidak berusaha. Sejatinya, manusia hanya ingin hidup sesuai harapan, tetapi kenyataan itu keputusan yang sebenarnya. Baru-baru ini viral tradisi khitbah di Madura. Madura adalah wilayah yang dikelilingi oleh laut, maka tak heran juga disebut

Hukum Musik dan Menyanyi dalam Fiqh Islam

Oleh : K.H. Muhammad Shiddiq al Jawi Soal: Ustadz yang terhormat, saya mau nanya bagaimana hukumnya menanyi dan musik dalam pandangan Islam? Karena ada sebagian ulama yang mengharamkan, tapi ada sebagian ulama yang membolehkan. Mohon penjelasannya. Jawab: 1. Pendahuluan Keprihatinan yang dalam akan kita rasakan, kalau kita melihat ulah generasi

LUPAKAN DEMOKRASI, FOKUS PADA PERJUANGAN ISLAM

KHUTBAH PERTAMA إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةَ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مَّقَامًا وَأَحْسَنُ نَدِيًّا، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا محَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمُتَّصِفُ بِالْمَكَارِمِ

PELAJARAN DARI PUASA RAMADHAN : KEKUATAN SPIRITUAL (AL-QUWWAH AR-RUHIYAH)

Oleh : KH. M. Shiddiq Al-Jawi   Seorang sahabat dan senior saya, Ustadz Ismail Yusanto, pernah menceritakan pengalamannya saat bekerja di sektor pertambangan. Waktu itu bulan puasa dan beliau tetap menjalankan ibadah puasa walau pun harus tetap bekerja. Ketika diajak makan oleh seorang rekan kerjanya yang non muslim, Ustadz Ismail

Belajar Dari Duel Maut

Semoga kejadian seperti ini kita bisa belajar banyak hal. Apa itu? 1. Seharusnya kita sadar bahwa harta yang diperebutkan sampai harus mengorbankan nyawa kita tidak dibawah mati. Tapi hanya menimbulkan penyesalan. Justru malah harus dipertanggungjawabkan di hari kiamat kelak dihadapan Allah SWT. 2. Seharusnya sebelum bertindak pikir 1000 kali, apakah