Kesengsaraan Tak Berujung

Oleh. Asya Karima
(Kontributor MazayaPost.com)

Umat Islam tak kunjung beranjak dari penderitaannya di berbagai penjuru dunia, terkhusus mereka yang masih berada di Palestina. Mereka mempertahankan wilayah kaum muslim. Dilansir dari Republika.com, Wakil Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Ramiz Alakbarov, menyampaikan peringatan soal potensi ledakan konflik menyusul aksi brutal tentara dan pemukim Israel di Tepi Barat belakangan. Serangan-serangan itu terang-terangan dilakukan di wilayah yang diakui komunitas internasional sebagai wilayah Palestina.

Dalam pidatonya pada Selasa waktu setempat, di hadapan Dewan Keamanan PBB (DK PBB) mengenai Timur Tengah, termasuk isu Palestina, Alakbarov menyatakan bahwa hingga 10 Agustus 2026, sebanyak 76 warga Palestina syahid di Tepi Barat sepanjang tahun 2026, termasuk 18 anak di bawah umur.

Tak Berperikemanusiaan

Begitulah fakta yang saat ini sedang berlangsung, fakta di mana kaum muslim berada di dalam perangkap Zionis. Kaum muslim merasakan sadisnya siksaan Zionis. Hal ini menunjukkan betapa rapuhnya kaum muslim, bahkan di balik jumlahnya yang tak sedikit.

Kejahatan yang dilakukan bahkan menargetkan anak-anak yang begitu lemah, rentan terhadap trauma, menjadi bukti nyata kebiadaban Zionis. Mereka tak berperikemanusiaan. Hinanya mereka, menargetkan nyawa yang tak dapat sekalipun melawan. Inilah penderitaan dan kerusakan yang nyata bagi anak-anak Palestina

Tindakan ini jelas-jelas mengungkap sosok asli Zionis yang tak akan berdamai dan berusaha menguasai seluruh wilayah Palestina. Meskipun begitu, kaum muslim Palestina tentu juga tak akan menyerahkan dengan semudah itu. Peningkatan teror, genosida, pengusiran, perampasan, dan peluncuran ribuan serangan semata-mata merupakan penjajahan nyata Zionis untuk merampas seluruh penjuru Palestina. Begitu serakah.

Kondisi ini begitu memprihatinkan, bahkan kecemasan tak hanya muncul di
antara kalan kaum muslim saja. Walau atas dasar kemanusiaan, mereka yang bukan merupakan bagian dari kaum muslim turut prihatin dan menyalahkan perbuatan Zionis, tetapi banyak juga diantara kaum Muslim yang tak peduli terhadap buruknya kondisi yang menimpa saudara mereka disana. Akan tetapi, kekecewaan yang lebih mendalam justru datang dari perilaku diamnya para penguasa negeri muslim lainnya. Mereka bungkam, tak berani memerangi Zionis Israel, seolah mempersilakannya. Begitu menyayat hati.

Pandangan Islam

Fakta ini jelas bertolak belakang dengan hukum yang ada dalam Islam terkait pandangannya terhadap Futuhat. Islam adalah agama yang damai, apabila Futuhat itu dilaksanakan, maka yang pertama kali dilayangkan adalah tawaran untuk berperang atau damai (bergabung dalam ke dalam Daulah). Jika yang terpilih adalah peperangan, maka di dalamnya juga terdapat aturan main, tidak mengusik satupun warga sipil, entah yang sedang berdiam diri dirumah maupun yang sedang bekerja. Kejahatan terhadap anak-anak ataupun kemanusiaan mutlak diharamkan dalam Islam. Begitu mulia.

Satu-satunya solusi atas penjajahan Zionis adalah jihad dan pengiriman tentara Islam yang hanya terwujud apabila persatuan umat Islam itu terwujud. Kaum muslim bsia merobohkan sekat-sekat nasionalisme yang tegak berdiri saat ini saat bersatu di bawah satu kepemimpinan. Hal ini diwujudkan dengan tegaknya Khilafah di muka bumi.

Khilafah menjadi wadah, perisai yang kuat bagi perlawanan terhadap Zionis maupun ancaman lain yang mengarah pada kaum Muslimin, solusi bagi seluruh kesengsaraan yang tak berujung. Akan tetapi, perwujudan hal itu tak semudah mengibarkan bendera. Upaya yang dibutuhkan adalah kebangkitan umat dalam pemikiran, perasaan, dan peraturan yang satu. Contoh langkah kecilnya adalah lewat penulisan opini penulis ini, sebagai salah satu upaya menggaungkan seruan jihad dan pengiriman tentara Islam untuk membebaskan Palestina yang dinaungi oleh partai politik ideologis yang menguatkannya. Maka apa lagi yang membuat langkahmu tercegat? Inilah saat yang tepat. Wallahualam bisawab.

Views: 2

Dibaca

Loading

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

Konsultasi