Oleh. Julie Murod
(Tim MazayaPost.com)
Nun 14 abad berlalu
Insan paling agung menyeru
Dengan cinta tiada harap sanjung
Dengan sabar melebihi Uhud
Tiada tergambar mulianya akhlak
Berparas indah melebihi Yusuf
Menyayangi kami, ummati ummati
Belantara semejuk semilir
Jawul iman mencahaya
Menjejak hingga sepertiga dunia
Menjejak di tinta emas sejarah
Menghapus duka memusnah tiran
Namun kini
Langit ‘tak lagi membiru
Senjanya redup di ufuk
Matahari jua beringsut
Bulan pun bersungut
Duhai Rasul
Tirani mengungkung kami
Kerusakan bak jamur di musim penghujan
Umatmu ringkih ‘tak bertaji
Dihinakan diinjak dikaki imperi
Risalahmu hanya disaku kepentingan
Diambil sesuka prasmanan
Ya Rasulallah
Izinkan kami rindu padamu
Rindu hadirmu pada pemimpin kami
Yang tunduk titah Ilahi
Yang menyayangi mengayomi
Yang menjadi suluh menerangi
Terdepan membela dari musuh
Kami rindu Abu Bakarmu
Rindu Umarmu, rindu Usman mu
Jua rindu Alimu
Dan Muhammad Al Fatih pada putra-putri kami
Ya Rabb
Maha suci Engkau
Hanya menciptakan keindahan
Keburukan adalah kenistaan insan
‘Tak jua berharap selain ridha
Datangnya musim semi
Jawul iman yang merahmati
Palembang,18 Rabiul awal 1448 H.
Views: 1
















