Ibu Sudahkah Kita Berhijrah?

Oleh. Yuli
(Reporter MazayaPost.com)

Kajian kali ini disampaikan oleh seorang narasumber, pendakwah, dan pembimbing dari Rumah Tahfidz An-Nahdhoh, Ustazah Cicik Juwariyah. Kajian berlangsung di Probolinggo pada tanggal 28 Juni 2026.

Ustazah mengambil tema ini sesuai dengan kondisi saat ini yang menjadiksn peran seorang ibu sangat dilematis, terutama peran terhadap segala problematika hidup sehari-hari. Bagaimana kita sebagai seorang perempuan untuk menjadi pendukung keluarga yang awalnya biasa-biasa saja menjadi keluarga yang diridai Allah Swt. Kehidupan seperti apakah itu?

Ustazah mengajak kita untuk merenungkan pada diri kita di dunia ini. Kita pasti akan menemukan kematian. Lantas kematian yang bagaimana yang seharusnya? Allah tidak melihat kita siapa yang paling lama mengenal Allah, tetapi siapa yang paling bersungguh-sungguh menaati-Nya.

Makna hijrah secara bahasa itu adalah meninggalkan sesuatu ke sesuatu yang lain. Adapun makna hijrah secara syar’i adalah meninggalkan segala yang dilarang oleh Allah. Seperti yang disampaikan Ustazah bahwa kita sebagai perempuan, wabil khusus ibu, diharuskan untuk hijrah, beikut alasannha:

Pertama, hijrah adalah perintah Allah yaitu kewajiban setiap muslim yang beriman.

Kedua, dunia adalah tempat sementara, akhirat adalah tujuan sejati sebagai manusia.

Hijrah memiliki beberapa keutamaan nya, yaitu diberikan derajat yang tinggi, kelapangan rezeki, pengampunan dosa, dan tempat kembali yang mulia.

Ustazah mengajak untuk meninggalkan dari kehidupan lama menuju kehidupan, kehidupan yang diridai Allah, yaitu ; kehidupan islami dalam keluarga denganmenjadikan Al-Qur’an dan sunnah sebagai panduan. Ketaatan pada Allah dalam menjalani ibadah bukan sekadar rutinitas, tetapi sebagai tanda cinta, lalu kehidupan rumah yang dipenuhi zikir.

Ustazah juga menyampaikan bahwa niat yang baik itu pasti tidak semudah yang dibayangkan, pastilah ada kesulitan di setiap perjalanannya. Hijrah pada saat ini sulit! Kenapa sulit? Karena kita hidup di tengah sistem yang sering menjauhkan manusia dari syariat Allah. Apa saja kesulitan kita?

Pertama, riba yang merajalela. Kedua, media sosial tanpa batas dan pendidikan yang materialistis, biaya pendidikan mahal. Ketiga, gaya hidup yang hedonis yaitu menjauhkan dari kesederhanaan Islam.

Menurut Ustazah, peran besar seorang ibu tidak hanya mengurus rumah, tetapi ibu sebagai penentu arah generasi karena generasi hebat lahir dari ibu yang berjijrah. Dengan ini, Ustazah mengajak kita untuk selalu bermuhasabah agar kita sebagai ibu bisa melaksanakan tugas sesuai yang Allah turunkan melalui Al-Qur’an dan sunnah, menjaga salat tepat waktu, menjaga lisan, menjaga aurat, menghindari tiba, membimbing anak-anak kepada Allah. Terakhir, Ustazah menyampaikan, “Hijrah bukan tentang menjadi sempurna, tetapi tentang terus memperbaiki diri.”

Demikian kajian kali ini, semoga Allah menjaga niat kita supaya tetap lurus terhadap syariat-Nya. Aamiin Allahuma aamiin.

Views: 0

Dibaca

Loading

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

Konsultasi