Anak Gaza dalam Bidikan Kezaliman

Oleh. Nuri
(Kontributor MazayaPost.com)

Seorang ibu pasti menginginkan anaknya tumbuh dalam pelukan kasih sayang, belajar dengan tenang, bermain dengan gembira, lalu menatap masa depan dengan penuh harapan. Namun, harapan sederhana itu terasa begitu jauh bagi anak-anak di Gaza. Sejak membuka mata hingga memejamkannya kembali, yang mereka lihat bukanlah kedamaian, melainkan dentuman bom, bangunan yang runtuh, dan wajah-wajah orang tercinta yang hilang satu per satu.

Fakta yang terjadi di Gaza sungguh memilukan. Dalam pernyataan resminya yang dirilis di New York pada 8 Oktober 2025, UNICEF menyampaikan bahwa selama lebih dari 700 hari perang berlangsung, anak-anak di Gaza terus menjadi korban pembunuhan, luka-luka, dan pengungsian. Diperkirakan sekitar 64.000 anak telah meninggal dunia atau mengalami luka serius di seluruh Jalur Gaza, termasuk sedikitnya 1.000 bayi. Angka tersebut belum termasuk anak-anak yang meninggal akibat penyakit yang sebenarnya dapat dicegah maupun mereka yang hingga kini masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.

Angka-angka itu bukan sekadar data statistik. Di balik setiap angka ada seorang anak yang memiliki nama, keluarga, impian, dan masa depan. Mereka adalah generasi yang seharusnya tumbuh dengan kasih sayang, bukan dengan trauma dan kehilangan.

Islam memandang setiap jiwa manusia sebagai sesuatu yang sangat mulia. Allah Swt. berfirman, “Barang siapa membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu membunuh orang lain atau membuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh seluruh manusia.” (QS. Al-Ma’idah: 32)

Karena itu, menjadikan anak-anak sebagai korban merupakan kezaliman yang sangat besar. Rasulullah ﷺ bahkan melarang pasukan kaum Muslim membunuh perempuan dan anak-anak dalam peperangan. Ini menunjukkan bahwa Islam menetapkan aturan yang menjaga kemuliaan manusia, sekalipun dalam keadaan perang.

Lantas, mengapa kezaliman ini terus berulang? Selama penyelesaian hanya berfokus pada gencatan senjata sementara atau kesepakatan politik yang mudah dilanggar, penderitaan rakyat Palestina akan terus berulang. Hal yang dibutuhkan bukan sekadar penghentian perang sesaat, tetapi hadirnya keadilan yang benar-benar mampu melindungi jiwa, kehormatan, dan hak hidup manusia.

Allah Swt. telah mengingatkan, “Dan janganlah sekali-kali Allah mengira bahwa Dia lengah terhadap apa yang diperbuat orang-orang zalim.” (QS. Ibrahim: 42)

Ayat ini menjadi penghibur bagi kaum mukmin sekaligus ancaman bagi para pelaku kezaliman. Tidak ada satu pun kezaliman yang akan luput dari perhitungan Allah Swt.

Lalu, bagaimana Islam memberikan solusi? Allah Swt. berfirman, “Mengapa kamu tidak berperang di jalan Allah dan membela orang-orang yang lemah, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak yang berdoa, ‘Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang penduduknya zalim…'” (QS. An-Nisa’: 75)

Ayat ini menunjukkan bahwa membela kaum yang tertindas merupakan perintah Allah. Umat Islam tidak boleh bersikap acuh terhadap penderitaan saudaranya. Dalam sejarah Islam, Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu juga berwasiat kepada pasukannya agar tidak membunuh anak-anak, perempuan, orang tua, maupun mereka yang tidak ikut berperang. Wasiat ini menjadi bukti bahwa Islam menjaga nilai-nilai kemanusiaan bahkan di medan perang.

Lebih dari itu, Islam memiliki aturan yang menyeluruh dalam menjaga darah kaum Muslim, melindungi wilayah mereka, dan menegakkan keadilan. Ketika syariat diterapkan secara menyeluruh di bawah kepemimpinan Islam, perlindungan terhadap jiwa manusia bukan sekadar slogan, melainkan kewajiban yang harus ditunaikan oleh negara.

Sebagai seorang muslim, kita mungkin belum mampu menghentikan kezaliman itu dengan tangan kita. Namun, kita tidak boleh kehilangan kepedulian. Doa yang tulus, bantuan terbaik yang kita mampu, serta terus menyuarakan kebenaran adalah bagian dari ikhtiar yang diperintahkan syariat.

Anak-anak Gaza bukan sekadar korban perang. Mereka adalah amanah umat yang hari ini sedang menunggu hadirnya pertolongan. Semoga Allah Swt. segera mengangkat penderitaan mereka, menguatkan hati para orang tua yang kehilangan, dan memberikan kemenangan kepada kaum muslim.

“Dan Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sungguh, Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa.” (QS. Al-Hajj: 40)

Views: 0

Dibaca

Loading

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

Konsultasi