Oleh. Afiyah Rasyad
(Tim MazayaPost.com)
Kenangan masa kecil
Tawa bahagia yang tak pernah dicicil
Senyum lebar memiliki andil
Guratan rasa di ujung pensil
Setiap malam mengukir langkah bersama
Dalam putaran roda penuh canda
Keluh kesah tak pernah ada
Meski kantuk menyerang terus menanti dengan setia
Penuh makna petuah yang dituang
Kutipan kata dibingkai rasa sayang
Menancap di hati tak pernah terbuang
Dari lelaki sejuta senyum yang terus terbayang
Lelaki sejuta senyum telah tiada
Baktiku sedikit dan penuh alpa
Tak terbalas segala jasanya
Hanya mampu merapal bait-,bait doa
Lelaki sejuta senyum terus dirindukan
Para cucu bertanya ihwal perjumpaan
Kapankah raga hanyut dalam dekapan
Dibuai, diayun, dan dininabobokkan
Rasa sakit di raga sepenuhnya sirna
Kala ajal telah tiba
Lelaki sejuta senyum pasrah dalam sahaja
Tak banyak mengeluh dan berkata-kata
Kalimat istirja’ dilafazkan
Ciuman hangat mendarat tanda perpisahan
Kalimat thoyyibah mengiringi pemutus kenikmatan
Kami ikhlas engkau kembali pada Zat Yang Maha Rahman
Views: 0
















