Taat Bukan Berarti Diam

Oleh. Eva Nur Mahfudho (Kontributor MazayaPost.com| Remaja Pemerhati Umat)

#MahasiswaBergerak adalah contoh beberapa tagline yang viral saat mahasiswa dari berbagai universitas berkumpul didepan gedung DPR untuk menyuarakan suara mereka yang selama ini enggan untuk didengar. Dikutip dari iNews (Senin, 22 Juni 2026), banyaknya yang mahasiswa turun ke jalan dari berbagai daerah menuntut perbaikan MBG adalah tamparan bagi kita remaja yang masi menganggap Indonesia baik-baik saja saat ini.

Guys, kalian tahu engggak, apa yang dilakukan rakyat sekarang nggak cuma jadi penonton, tetapi mulai berani pegang mikrofon. Sayangnya, saat suara kritik makin keras, ada penguasa yang malah menutup telinga. Padahal kritik itu bukan serangan, tetapi tanda kalau rakyat masih peduli. Hal yang bahaya bukan banyaknya kritik, tetapi ketika penguasa lebih suka tepuk tangan daripada masukan.

Mirisnya, hubungan penguasa dan rakyat sekarang kadang mirip hubungan yang lagi cari keuntungan masing-masing. Kalau lagi butuh dukungan, rakyat dirangkul. Namun, kalau kepentingannya sudah beres, suara rakyat bisa pelan-pelan dilupakan. Akhirnya, yang jadi kompas bukan lagi prinsip atau aturan yang tetap, tetapi siapa yang paling diuntungkan. Kalau semuanya diukur pakai untung-rugi, jangan heran kalau kepercayaan rakyat ikut turun.

Nah, apa yang disuarakan oleh mahasiswa dan masyarakat Indonesia tentang kebijakan yang salah saat ini adalah contoh rusaknya apa yang selama ini dijadikan sebagai asas. Masalah-masalah yang ada sebenarnya mengikuti pola yang sama, berasal dari satu titik sentral kesalahan, yakni sistem demokrasi. Sistem demokrasi yang masih diharapkan untuk membantu menyelesaikan masalah, justru sebaliknya.

Padahal seperti yang kita tahu bahwa slogan demokrasi yang selalu mengedepankan suara rakyat untuk kemajuan negeri ternyata tiada bukti. Akibatnya, yang muncul bukan hanya perbedaan pendapat, tetapi juga persaingan kepentingan yang berkepanjangan. Setiap kelompok berusaha memengaruhi kebijakan sesuai agenda masing-masing, baik kepentingan politik, ekonomi, maupun golongan tertentu.

Rakyat akhirnya hanya menjadi nama yang sering digunakan sebagai legitimasi. Sementara kebijakan yang lahir tidak selalu benar-benar mewakili kebutuhan mereka. Hal itu adalah sebab dari banyaknya kesalahan dan kerusakaan yang muncul karena masih memercayai sistem demokrasi sebagai sistem yang mengatur negara saat ini.

Lantas, bagaimana benarnya? Guys, setelah kita mengetahui apa yang menjadi kesalah di sini, maka timbullah pertanyaan, “lalu apa yang bisa dijadikan Solusi untuk masalah yang berulang ini ?” Jadi hubungan antara pemimpin dan rakyat enggak dibangun atas dasar saling menguntungkan, mencari dukungan politik, atau menjaga jabatan supaya tetap berkuasa.

Dalam Islam, baik penguasa maupun rakyat sama-sama terikat dengan aturan Allah. Penguasa wajib membuat kebijakan sesuai syariat, sementara rakyat berhak mengoreksi jika ada penyimpangan. Jadi, yang menjadi standar bukan “apa yang menguntungkan penguasa?” atau “apa yang paling populer?” tetapi “apa yang sesuai dengan hukum Islam?”

Dengan begitu, keputusan yang diambil enggak mudah dipengaruhi kepentingan pribadi, kelompok, atau elite tertentu. Dengan adanya kesadaran untuk menerapkan seluruh aspek kehidupan dengan hukum syarak, baik bagi masyarakat ataupun pemerintahnya maka kemanfaatan akan segera dirasakan oleh berbagai pihak juga keadilan akan ada secara menyeluruh.

Dalam Islam, rakyat enggak cuma disuruh patuh, tetapi juga punya hak untuk menyampaikan pendapat, masukan, bahkan kritik kepada pemimpin. Hal ini dinamakan sebagai syuro (musyawarah). Jadi, suara rakyat tetap didengar, tapi tetap dalam koridor syariat, bukan sekadar mengikuti opini mayoritas.

Masyarakat dalam Islam juga diperbolehkan bahkan diwajibkan untuk mengoreksi pemerintah yang dinamakan dengan (muhasabah). Dengan begitu, hubungan anatara rakyat dengan pemerintah akan berjalan harmonis dan jika ada kekurangan akan saling melengkapi tidak ada golongan yang satu diuntungkan dan yang lain merugi karna semua berjalan sesuai dengan aturan Sang Pemilik alam semesta. Wallahualam.

Views: 0

Dibaca

Loading

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

Konsultasi