Oleh. Puji
(Kontributor MazayaPost.com)
Gelombang peringatan dari para punggawa industri Akal Imitasi (AI) sempat memicu kekhawatiran bahwa teknologi ini bisa lepas dari kendali dan memusnahkan umat manusia. Namun, sebelum berbalik melawan manusia teknologi AI malah lebih dulu membantu manusia berbalik melawan satu sama lain (detik.com, 29/09/2026).
Para peneliti kecerdasan buatan (AI) termasuk “Bapak AI” dunia menerbitkan riset yang kembali mewanti wanti pemerintah untuk bersiap menghadapi “Ledakan Kecerdasan” AI. Penggunaan AI bisa untuk kebaikan, tetapi juga sangat mungkin digunakan untuk kejahatan. Perkembangan teknologi AI dapat memberikan kemudahan sekaligus menimbulkan bahaya bagi manusia.
Kecanggihan teknologi AI itu antara harapan dan kekhawatiran bagi umat manusia, yaitu bisa menimbulkan dampak positif maupun dampak negatif bagi manusia terkait dalam proses berfikir maupun bersikap. Meskipun kecanggihan teknologi AI dapat menghasilkan dampak positif misalnya dalam bidang media dan teknologi lainnya. Ledakan kecerdasan AI membawa tiga risiko termasuk ancaman biologis dan siber, hilangnya kendali, dan keterlibatan manusia serta ancaman perang antar negara. Ledakan kecerdasan buatan (AI) tanpa kendali aqidah dan syariat Islam bisa beresiko pada kehancuran kehidupan manusia.
AI adalah buah perkembangan teknologi buatan manusia. Namun, AI dipengaruhi oleh berbagai informasi, pemikiran dan ideologi yang diproses menjadi satu keputusan. Apabila sekularisme dan kapitalisme itu dijadikan sebagai dasar dalam perkembangan teknologi AI maka akan bisa menimbulkan kekhawatiran juga kerusakan bagi manusia. Hal ini karena sekularisme itu memisahkan agama dari kehidupan dan menonjolkan pada kebebasan tanpa batas dalam proses berfikir maupun bertingkah laku.
Islam menetapkan hukum yang tegas segala bentuk pemikiran manusia menjadi hadarah (dipengaruhi ideologi) dan madaniah (netral). Teknologi AI ditangan manusia yang menit aqidah Islam yang kokoh dan ketundukan pada syariat Islam akan memberikan kemaslahatan bagi manusia. Sebaliknya, teknologi AI di tangan manusia kafir akan mendatangkan bahaya dan kerusakan. Oleh karena itu, perlu adanya Islam sebagai pedoman dalam mengatur kehidupan agar selamat.
Views: 0
















