Oleh. Asya Karima
(Kontributor MazayaPost.com)
Kini, Palestina masih berada dalam cengkeraman Zionis Israel. Akal-akalan mereka dalam ambisi penguasaan tanah Palestina tak kunjung selesai. Bahkan, ambisi itu telah mencapai rencana pengusiran warga Gaza. Di sisi lain, warga Palestina berjuang sendirian dalam mempertahankan tanah suci Palestina, tanah milik umat Islam. Mengorbankan segenap jiwa dan raga mereka.
Dilansir dari MetroTVNews.com (1/9/2026), Menteri Israel sekaligus pemimpin partai sayap kanan Jewish Power, Itamar Ben-Gvir, mengungkap rencana pembersihan etnis untuk mengeluarkan 1,86 juta warga Palestina dari Gaza dalam kurun waktu tujuh tahun dengan dalih “migrasi sukarela”
Begitu menjijikkan, rencana busuk yang dibangun atas keserakahan jelas takkan berhasil. Akan tetapi, permasalahannya tak sesederhana itu. Ini tentang keberadaan tanah suci Palestina milik umat Islam yang kini terancam esensinya. Mirisnya, umat Islam lainnya justru sibuk memikirkan diri mereka masing-masing dengan berbagai masalah yang melanda.
Semua ini disebabkan oleh berjalannya sistem negara-bangsa (nation-state) yang begitu kuat. Kelicikan Zionis menunjukkan secara gamblang bahwa bagaimana strategi musuh-musuh Islam untuk mencegah persatuan umat Islam. Padahal, persatuan umat satu-satunya kekuatan yang mampu mengusir penjajah Zionis dan menghentikan berbagai permasalahan umat Islam, termasuk mengusir penjajah Zionis dan menghentikan berbagai permasalahan umat Islam.
Beredar pula, hukum internasional modern yang merupakan produk-produk negara imperialis Barat. Hukum tersebut justru menormalisasi penjajahan melalui istilah-istilah halus seperti “migrasi sukarela”. Akan tetapi, hal seperti ini telah difahami betul oleh warga Palestina. Kedok busuk zionis takkan dapat menjebak mereka.
Selain itu, rencana ini ternyata bergantung pada persetujuan Amerika Serikat. Menunjukkan bahwa Israel adalah proyek kolonial yang disponsori kekuatan besar, bukan entitas berdaulat independent. Memperlihatkan jelas sifat pengecut dan hinanya mereka.
Dari permasalahan kompleks ini, hal yang kita butuhkan adalah solusi. Solusi mendasar yakni persatuan umat Islam. Dengan itu, dibentuklah kembali Khilafah sebagai Junnah (perisai) yang akan melindungi setiap jiwa dan setiap jengkal tanah kaum muslim.
Thariqah (metode)-nya melalui jihad. Itu metode baku politik luar negeri Islam untuk membebaskan tanah yang dijajah. Metode tersebut juga berfungsi untuk menyebarluaskan Islam ke seluruh penjuru dunia. Jihad dilaksanakan oleh negara melalui tentara resmi Khilafah.
Sebagai satu kekuatan yang mandiri, Khilafah akan memutus total ketergantungan ekonomi-politik dengan negara-negara yang menyeponsori Zionis. Mengonsolidasikan sumber daya sebagai basis kekuatan militer-ekonomi independen, tanpa menyengsarakan umat. Khilafah akan mengatur kepemilikan dengan adil, sebagaimana yang telah Allah tetapkan.
Maka, untuk memutus tali kekang Zionis dan musuh-musuh Islam lainnya, termasuk penguasa yang zalim hanya bisa terwujud dengan mengembalikan kehidupan Islam di bawah naungan Khilafah sesuai metode perjuangan Rasulullah saw. secara keseluruhan. Umat Islam wajib mengambil bagian dalam mewujudkannya. Lalu, sudahkah kalian berperan? Wallahualam bisawab.
Views: 0
















