Oleh. Julie Murod
(Tim Redaksi MazayaPost.com)
Kepadamu kekasih kusemai
Cinta kau janjikan ‘kan nyata
Lima tahun segala perih
Kau usap satu amplop putih
Menyublim diantara perih
Sebab kau tipu lagi
Membumbung bersama asap
Berkobar berulang
Dadaku sakit hingga ulu hati
Demi menyaksikan hutanku
Kau robek di jantungnya
Biodiversitas musnah
Mereka menangis ‘tak bersuara
Mati bersama nyala tiranmu
Yang rakus lagi buta
Kau telan akar ‘tak bersisa
Kepada siapa aku meminta
Bentangan langit pun semu
Kau sapu matahari
Kau sapu lautan
Bulan lenyap kau telan
Tempat teduhku berganti wajah
Deru mesin panas membajak
Berkapling jutaan melindas
Bakar dibakar terbakar
Kepada siapa aku mengadu
Lara yang membara
Sirna sudah hijauku
Damkar beraksi lelah menanti
Mati juga direnggut kabut
Kepada siapa aku mengadu
Karena dia utamanya pelaku
Palembang Berkabut, 17 September 2026.
Views: 0
















