Khilafah Digdaya, Palestina Merdeka

Oleh. Ulul Ilmi

(Kontributor MazayaPost.com| Komunitas Setajam Pena)

Gaza hingga kini masih menderita, kehidupan mereka masih jauh dari kata layak. Dari aspek logistik, kesehatan, perumahan, ketersediaan air, listrik dan lain sebagainya masih belum memadai. Sehingga untuk menunjang kehidupan masih sangat kesulitan. Disinilah sangat dibutuhkan bantuan bahkan dukungan untuk Palestina khususnya Gaza dan wilayah Paletina yang terus menjadi sasaran Israel laknatullah alaih untuk dihacurkan.

Betapa banyak masyarakat dunia yang berinisiatif membantu Gaza, namun pada faktanya rencana mulia ini kandas ditengah jalan karena Israel berusaha menggagalkan rencana bantuan kemanusiaan atas Gaza. Sebgaimana diberitakan di beberapa laman media yang menyatakan bahwa Angkatan Laut Israel mencegat iring-iringan kapal yang membawa bantuan menuju Gaza dan menahan para aktivis di dalamnya, termasuk pegiat iklim Swedia, Greta Thunberg. Dan dilaman Kompas.com juga diberitakan bahwa sebanyak 22 kapal bagian dari armada Global Sumud Flotilla (GSF) di semenanjung Peloponesia didekat pulau Kreta. Dan kementerian Luar Negeri Israel menyebutkan ada 175 aktivis yang ditangkap.

Kabar terbaru menerangkan bahwa sebanyak lebih dari 500 aktivis kemanusiaan bergabung dalam Global Sumud Flotila yang resmi berlayar ke pantai Gaza, Palestina dari Pelabuhan Albatros Marmaris, Turki. Dalam misi ini semua orang berharap bantuan-bantuan yang dibawa dapat masuk ke Gaza tanpa ada serangan dari Zionis Israel (Metrotvnews.com, 14/5/2026).

Masih banyak lagi pemberitaan seputar aksi Israel ini. Lantas kenapa dengan mudah Israel melakukan upaya ini dan apakah tindakan Israel ini tetep membuat diam kaum muslim?

Kenapa Bisa Terjadi?

Bagi Zionis Israel tidak ada yang ditakuti, apa pun akan dilakukan asal tujuannya tercapai. Bahkan melanggar hukum Internasional pun it’s ok, tidak masalah. Termasuk tindakannya menahan bantuan sosial untuk Gaza di perairan dunia. Jelas, Zionis Israel melakukan pelanggaran hukum laut internasional, ini membuktikan bahwa entitas Zionis tidak mengenal batas dalam melanggengkan blokade atas Gaza.

Demikian pula label “teroris” yang digunakan untuk melegitimasi agresi mereka adalah justifikasi palsu yang telah berulang kali digunakan Zionis untuk mengkriminalisasi setiap bentuk solidaritas terhadap Palestina. Apalagi fakta saat ini tidak ada satu pun negeri-negeri muslim yang mengirimkan angkatan lautnya untuk melindungi kapal-kapal tersebut. Ini membuktikan bahwa sistem negara bangsa (nation-state) yang ada hari ini tidak dirancang untuk melindungi umat Islam, tetapi menjaga eksistensi Zionis. Akar masalahnya adalah ketiadaan negara yang berdiri tegak atas landasan akidah Islam, sehingga negeri-negeri muslim termasuk Palestina menjadi sasaran penjajah Kapitalis Barat.

Islam Mampu Menyelesaikan Problem Palestina
Islam agama sempurna dan paripurna. Islam memiliki berbagai macam aturan hidup, sehingga Islam mampu menyelesaikan problematika kehidupan manusia. Baik skala individu, masyarakat maupun negara, baik persoalan lokal maupun internasional. Persoalan terkait dengan suatu wilayah, pendidikan, ekonomi, pertanian, kesehatan, pidana dan lain sebagainya. Bahkan terkait dengan tanah, air, padang rumput, hutan, jalan pun Islam memiliki aturan. MaaSyaAllah, begitu lengkap panduan didalam Islam.

Terkait dengan persoalan Gaza, Islam pun memiliki solusi yang mampu menyelesaikan persoalan Gaza secara tuntas. Gaza adalah bagian dari tanah kaum muslimin yang wajib dilindungi. Membiarkan blokade ini berlanjut tanpa tindakan nyata adalah kemungkaran yang wajib diubah dengan kemampuan tertinggi yang dimiliki umat.

Kekuatan tertinggi umat terletak di dalam ukhuwah Islamiyyah, yakni persatuan umat Islam dalam satu kepemimpinan umum yakni seorang khalifah. Maka Khilafah Islamiyyah adalah satu-satunya institusi yang secara syar’i memiliki kewenangan dan kewajiban untuk melindungi jiwa-jiwa kaum muslim yang ditindas oleh kekuatan zalim dengan jihad fii sabilillah.

Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surah Ali Imran 103 yang artinya, “Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali agama Allah, janganlah bercerai-berai….”

Maka perjuangan mewujudkan Khilafah adalah kewajiban yang harus ditempuh oleh umat Islam, dengan membangun kepemimpinan politik Islam yang bertumpu pada ideologi yang shahih yakni aqidah Islam. Tentu saja perjuangan ini harus dilakukan dengan menjalankan aktivitas dakwah mengikuti metode perjuangan Rasulullah dalam mewujudkan khilafah sebagai perisai (junnah).

Hal ini ditegaskan Allah di dalam Qur’an surah Al-Ahzab ayat 21 yang artinya, “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik (bagimu)….”

Wallahualam bisawab.

Views: 0

Dibaca

Loading

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

Konsultasi