Oleh. Martina Eka Trilova
(Kontributor MazayaPost.com| Aktivis Muslimah)
Makin sepi dari pemberitaan tentang Palestina, ternyata di sana terjadi dehumanisasi Muslim Palestina oleh Zionis dan sangat mengerikan. Apa itu dehumanisasi? Dehumanisasi adalah proses perlakuan atau pandangan yang merendahkan harkat, martabat, dan nilai kemanusiaan seseorang atau sekelompok orang, sering kali membuat mereka diperlakukan seperti benda, objek, atau hewan. Istilah ini secara harfiah berarti pengawamanusiaan atau penghilangan sifat manusia.
Di sana, itu tidak hanya orang yang hidup, tetapi juga orang yang sudah mati. Orang yang hidup dibunuh, termasuk anak-anak tak terkecuali. Yang sudah mati, jenazahnya tidak boleh di kuburkan di tanahnya sendiri, bahkan harus dibongkar lagi dan dipindahkan (Kompas.com, 11/5/2026).
Berdasarkan laporan terbaru per Mei 2026, wilayah yang dikuasai atau menjadi target operasi militer Zionis makin meluas mencakup wilayah Palestina dan Lebanon Selatan. Jalur Gaza, Palestina hingga April 2025 telah dikuasai 50%. Area perbatasan Gaza – Mesir dilaporkan berada di bawah kendali Zionis. Berdasarkan data di atas, menunjukkan bawah mereka melakukan kegiatan perluasan pendudukan.
Gaza adalah tempat yang paling mematikan bagi seorang jurnalis terbukti telah tewas 300 jurnalis sejak 7 Oktober 2023 sampai sekarang. Suara kebenaran dibungkam di sana, terbukti makin sepinya berita-berita Palestina di Media Sosial. Jumlah masyarakat yang jadi korban di Gaza sejak 7 Oktober 2023 mencapai 72.736 orang tewas dan 172.535 orang luka-luka. Banyak anak-anak Palestina yang tubuhnya diamputasi akibat perang.
Wajah Asli Zionis adalah Pembohong
Zionis tidak akan memperdulikan kesepakatan gencatan senjata dan terus menyerang Gaza ( dengan dukungan politik, militer, dan keuangan dari AS ) untuk memperluas pendudukannya dan melakukan genosida hingga jumlah korban makin banyak, termasuk anak-anak. Untuk membungkam pers dari menyiarkan kejahatan mereka pada dunia, Zionis menargetkan para jurnalis.
Harusnya dunia dan kaum muslim tidak diam atas pendudukan Gaza. Akar masalah ini adalah keberadaan entitas Zionis di tanah milik muslim Palestina sehingga entitas ini harus dihapuskan dari muka bumi ini. Nyatanya, penguasa di lebih dari 50 negeri muslim hari ini tidak tergerak untuk melakukan jihad membebaskan Palestina karena mereka terbelenggu oleh nasionalisme yang telah mengikis ukhuwah islamiah.
Solusi Hakiki Palestina
Pembebasan Palestina butuh ukhuwah islamiah hakiki berupa persatuan muslim sedunia untuk berjihad. Di dalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim, “Perumpamaan orang-orang beriman dalam berkasih sayang, saling mencintai, dan lemah lembut, adalah seperti satu tubuh.”
Ukhuwah ini akan terwujud dengan sistem Islam yang merupakan institusi pemersatu umat. Sistem Islam akan menghentikan pendudukan dan genosida Zionis terhadap Palestina dan mengembalikan tanah Palestina pada pemiliknya, sekaligus meriayah warga Palestina agar bisa hidup mulia. Agenda utama (qadhiyah masiriyah) umat Islam hari ini adalah penegakan sistem Islam yang akan mengerahkan militer di dunia Islam untuk melakukan jihad membebaskan Palestina dan menghilangkan entitas Zionis. Wallahualam bisawab.
Views: 0
















