Pemuda Muslim Seharusnya, Rebutan Pahala Bukan Pacar

Oleh Ismawati (Aktivis Dakwah)

Ada-ada saja ulah remaja di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). M. Andy Ramadhani (19) harus mendapatkan perawatan medis, karena mengalami luka parah akibat dibacok. Pemuda yang tinggal di Jalan Tanjung Barangan, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang tersebut dibacok temannya sendiri berinisial ED lantaran diduga merebut pacar ED. Akibatnya, Andy mengalami luka parah di bagian kepala dan harus dilakukan perawatan intensif.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Haris Dinzah membenarkan adanya peristiwa tersebut. Peristiwa pembacokan itu terjadi pada Rabu (1/2/2023) pada pukul 22.00 WIB. Menurut keterangan Andy, memang sedang dekat dengan pacar ED tapi mereka sudah putus.

Rusaknya Generasi

Hal ini merupakan potret kerusakan generasi yang begitu nyata. Pemuda yang seharusnya menghabiskan waktu untuk berjuang demi agama dan peradaban, kini terjebak urusan cinta yang tak berkesudahan. Minimnya pengetahuan agama menjadi faktor utama generasi rusak.

Tidak tahu aturan dalam berbuat. Kehilangan arah dan tujuan hidup. Mudah emosi, kalut, dan marah hanya karena masalah sepele. ‘Senggol dikit, bacok’ begitu katanya. Jalan pintas menyelesaikan masalah dengan sebilah parang. Naudzubillah!

Padahal, pacar yang jadi rebutan belum tentu jadi pendamping hidup selamanya. Pacaran hanya menabung dosa, menjaga orang yang belum tentu menjadi milik kita. Tapi, karena iman pemuda kian terkikis mereka tidak berpikir jauh sebelum melukai seseorang.

Beragam kerusakan generasi sebab cinta amatlah banyak. Bukan hanya rebutan pacar, hamil di luar nikah karena berzina juga marak. Bukan hanya di Ponorogo, di Sumsel pun marak pengajuan dispensasi nikah akibat hamil duluan. Seperti di sepanjang tahun 2022 Pengadilan Agama Lubuklinggau mencatat ada 138 remaja dibawah umur mengajukan dispensasi nikah sekitar 90 persen dengan alasan karena remaja hamil diluar nikah (TribunSumsel, 23/12/22).

Inilah buah sistem sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan juga bernegara. Akibatnya, tidak ada aturan yang menyeluruh untuk bisa menyelamatkan generasi. Beragam gempuran pergaulan bebas, pornografi, bahkan kekerasan terus menyerang mereka. Baik secara online maupun offline.

Oleh karena itu, perlu upaya menyelamatkan generasi muda agar peristiwa seperti ini tidak terjadi. Mereka adalah generasi harapan umat. Di tangan mereka perubahan berada dalam kebaikan atau keburukan.

Islam Selamatkan Generasi

Islam adalah agama sempurna yang mengatur seluruh hidup manusia. Mulai dari urusan individu sampai ke negara. Dalam mengatasi kerusakan generasi, sistem Islam memberikan aturan yang sempurna. Di dalam Islam, setiap individu wajib memiliki akidah (keimanan) yang kuat. Iman inilah yang nantinya akan menjadi tumpuan manusia dalam melakukan sesuatu. Standar perbuatannya adalah halal dan haram.

Generasi yang dekat dengan Allah Swt. tidak akan mudah melakukan sesuatu yang haram. Sebab, ia sadar bahwa setiap yang dilakukan senantiasa dimintai pertanggungjawaban. Pun demikian halnya dalam memandang masalah cinta.

Cinta adalah sesuatu yang fitrah (alami) terjadi dalam diri manusia. Allah Swt. menghadirkan naluri nau’ (naluri berkasih sayang). Naluri ini yang mengatur manusia untuk memiliki rasa cinta dan sayang. Namun, perlu dipahami bahwa Allah Swt. juga mengatur pemenuhannya.

Jika timbul rasa cinta dengan lawan jenis, maka jalan satu-satunya adalah dengan pernikahan. Namun, jika belum mampu menikah maka berpuasalah atau mengalihkan kepada hal lain yang bermanfaat.

Rasulullah Saw. bersabda, “Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang mampu (al-baa’ah) maka menikahlah, karena sesungguhnya pernikahan lebih menundukkan pandangan, dan lebih menjaga kemaluan, dan barangsiapa yang tidak mampu maka hendaknya ia berpuasa, karena puasa menjadi perisainya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Generasi Islam Rebut Pahala

Generasi yang beriman dan bertakwa akan menjadikan tujuan hidupnya meraih surga Allah Swt. Sehingga, senantiasa merebut pahala dari Allah Swt. Sebagaimana terjadi pada massa Abu Bakar ash-Shiddiq ra. Pada saat itu Umar mengawasi apa yang dilakukan oleh Abu Bakar. Lalu dia melakukan dua kali lipatnya sehingga dia mendapatkan kebaikan dan berbuat lebih dari Abu Bakar dalam hal kebaikan.

Pun demikian halnya pada masa Perang Tabuk. Ketika mendengar seruan Rasulullah Saw. untuk berperang melawan pasukan Romawi, kaum muslim berlomba-lomba melaksanakan seruan tersebut. Merebut pahala syahid di jalan Allah Swt. Dengan ikut berperang atau menginfakkan seluruh hartanya dalam perang ini.

Maasya Allah, betapa mulia generasi di masa Islam. Saat ini perjuangan harus segera ditegakkan. Menjemput janji Allah dengan tegaknya sistem Islam yang mampu menjadi solusi segala permasalahan.

Wallahu a’lam bis as shawab

Dibaca

Loading

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

Konsultasi