Oleh. Sri Syahidah (Kontributor MazayaPost.com| Aktivis Muslimah)
Niat menagih sisa utang Rp500 ribu berujung maut bagi Supandang (40), warga Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Supandang meninggal dunia setelah lima hari menjalani perawatan akibat luka bacok serius yang dideritanya (detikjatim, 18/8/2026)
Hal ini terjadi karena korban menantang carok pada pelaku yang berujung jatuhnya korban. Respons sumbu pendek ini kerap terjadi di tengah masyarakat yang berakibat pada pertikaian hingga pembunuhan. Belakang ini, tidak sedikit berita yang mengabarkan tentang kematian akibat pertikaian dan berujung pada pembunuhan. Begitu murahnya harga nyawa seorang manusia akibat persoalan yang terkadang sepele.
Mental yang rapuh akibat tekanan hidup membuat seseorang rela melakukan apapun untuk memenuhi kebutuhan hingga rela mengorbankan nyawa. Apalagi taraf keimanan dan ketakwaan yang tipis dan bahkan cenderung tidak ada makin memperparah keadaan.
Sistem kapitalisme mencetak orang-orang yang sekuler. Paham Pemisahan agama dari kehidupan (sekuler) merupakan penyebab utama dari berbagai kejahatan. Ketika paham itu tertancap dalam pemahaman, maka seseorang bisa menggagalkan segala cara agar kebutuhan dan keinginannya terpenuhi, termasuk menghalalkan segala cara untuk menghilangkan penghalang bagi keinginannya.
Sistem Islam
Islam sangat menghargai nyawa seorang manusia. “… Barang siapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia.” Demikian firman Allah dalam surah Al maidah ayat 32.
Itulah mengapa sanksi bagi pembunuhan sangatlah tegas. Seorang pembunuh akan di sanksi dengan qishash ( dibunuh juga). Islam juga mencegah pembunuhan dengan penerapan hukum-hukum Islam secara menyeluruh. Sistem pendidikan Islam akan fokus pada pembentukan kepribadian Islam bagi siswa maupun semua warga pada umumnya.
Sistem ekonomi Islam pun akan diterapkan agar kesejahteraan masyarakat tercapai. Bagi warga yang kesulitan membayar hutang, negara akan mencari keluarga dan ahli warisnya yang bisa membayarkan hutangnya. Apabila tidak ada yang sanggup membayarkan hutangnya, maka negara yang akan membayarnya.
Penerapan sistem Islam secara menyeluruh akan bisa mencegah terjadinya pertikaian akibat hutang maupun pertikaian yang lain. Hanya inilah solusi mendasar yang bisa menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi di kehidupan. Sudah selayaknya solusi terbaik ini untuk diperjuangkan umat. Agar umat segera bangkit dan semua problem bisa teratasi hingga ke akar-akarnya. Wallahualam.
Views: 0
















