– Benteng ini dibangun untuk mengamankan jalur penting Teluk Aqaba (titik temu Mesir, Hijaz, dan Syam).
– Shalahuddin al-Ayyubi paham betul peta kekuatan regional dal mengamankan jalur dagang dan militer
– Penempatan benteng di puncak bukit strategis menunjukkan pemanfaatan ilmu topografi dan militer, observasi medan yang matang, dan adaptasi teknologi pertahanan pada zamannya
– Taba adalah wilayah perbatasan. Mendirikan benteng di sana mengajarkan bahwa daerah perbatasan tak boleh diabaikan.karena perbatasan adalah “wajah depan” sebuah negara.
Ringkasnya, fungsi benteng ini adalah:
1. Mengawasi pergerakan musuh (terutama armada atau pasukan yang melintas Teluk Aqaba).
2. Menjadi early warning system di titik pertemuan tiga wilayah: Mesir–Hijaz–Syam.
3. Mencegah serangan mendadak dari laut maupun darat.
4. Teluk Aqaba adalah jalur penting untuk kapal dagang yang menuju Laut Merah, dan untuk kepentingan logistik dan pergerakan pasukan.
5. Selain laut, kawasan Taba juga dilalui jalur darat yang menghubungkan Mesir dan Hijaz, juga Mesir dan Syam, sehingga menjadi pos kontrol perlintasan orang, kafilah, dan logistik.
Benteng ini adalah saksi sejarah bahwa kita pernah menjadi pengendali geopolitik regional dan bahkan global. Bukti bahwa kita pernah kuat, bahkan Shalahuddin mampu memukul penjajah yang menguasai Baitul Maqdis.
Sekarang? Sebenarnya kita punya segalanya kecuali satu: KEMAUAN. Ya, kemauan untuk bersatu dan bangkit.
Views: 16

















