Oleh. Farah
(Kontributor MazayaPost.com| Muslimah Pecinta Literasi)
Menjadi WNI memang harus siap dengan segala gebrakan pemerintah yang hampir setiap hari membuat hati rakyat campur aduk dan mental illness. Quote of the year, “Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan MBG” ialah program pemerintah yang saat ini menjadi prioritas pemerintah dibanding memperbaiki gedung sekolah yang roboh atau akses jalan menuju sekolah yang rusak. Konon katanya program ini sangat solutif, padahal kenyataannya hanya menyejahterakan kalangan tertentu termasuk para pejabat.
Bagaimana tidak, satu dapur saja sehari akan membuahkan keuntungan 3 kali lipat dari gaji UMR di Indonesia. Sangat jelas bahwa MBG adalah ladang bisnis bagi penguasa sementara rakyat hanya korban atas bisnis busuk mereka.
Kini seruan untuk menghentikan proyek andalan Presiden Prabowo ini makin menggema. Gelombang demonstrasi di berbagai wilayah seperti Jakarta, Semarang, hingga Malang selama sekitar tiga pekan terakhir membawa tuntutan serupa yakni evaluasi total terhadap program MBG. Tuntutan itu mulai semarak setelah skandal korupsi di tubuh Badan Gizi Nasional selaku pengelola sekaligus penanggung jawab MBG terkuak pada awal Juni ini.
Aliansi mahasiswa sejumlah kampus memasang spanduk bernada kritik keras terhadap Program Makan Bergizi Gratis atau MBG di sejumlah titik strategis Depok dan perbatasan Jakarta Selatan. Aksi dini hari itu menjadi pengingat bahwa program unggulan pemerintah tersebut dinilai bermasalah dan menuai korban (26/06/2026).
Menanggapi hal itu, dalam acara Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026), Presiden Prabowo Subianto menyatakan dalam pidatonya bahwasannya tidak ada yang lebih mendesak daripada mengisi perut rakyat yang kelaparan. Dalam sambutannya, Prabowo menyinggung orang-orang pintar yang menolak pelaksanaan proyek andalannya, makan bergizi gratis alias MBG. Ia mengeklaim bahwa MBG dibutuhkan oleh anak-anak hingga para petani dan nelayan.
“Harusnya mereka yang enggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya itu petani dan nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?” ucap Prabowo, dikutip dari tayangan langsung pada YouTube Sekretariat Presiden.
Ketua Umum Partai Gerindra ini menegaskan bahwa tidak ada yang lebih penting daripada mengatasi kelaparan. Alasannya, rakyat yang dibiarkan kelaparan bisa meninggal.
“Ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi, ya, dia mati,” ujarnya. Itulah yang menjadi dalih sehingga program ini harus terus berlanjut. Inilah yang dijadikan dalih oleh penguasa kita agar program ini terus berjalan.
Sudah menjadi lagu lama jika hubungan penguasa serta para anteknya dengan rakyat dibuat baik-baik saja pastilah ada kepentingan yg sangat bermanfaat bagi mereka. Penguasa selalu punya cara untuk memaksakan kebijakannya pada rakyat demi melanggengkan kepentingan dan kekuasaannya, sekalipun rakyat banyak yang menentang. Sistem politik demokrasi meniscayakan kebebasan bersuara di satu sisi, tetapi di sisi lain melahirkan konflik kepentingan mengatasnamakan rakyat.
Rakyat dikambinghitamkan bukanlah hal yang tabu, kita sudah sangat hafal alurnya. Rakyat selalu dibuat kecewa. Sistem pemerintahan yang menjadi bagian dari sistem kapitalisme adalah demokrasi. Penguasa, baik eksekutif atau legislatif, dipilih rakyat dalam lima tahun sekali. Mereka mewakili rakyat dalam membuat berbagai aturan negara dan menjalankannya.
Harapan rakyat, aturan tersebut dapat menggambarkan keberpihakan penguasa terhadap rakyat karena mereka dipilih untuk itu. Namun pada praktiknya, aturan-aturan yang dibuat penguasa ternyata tidak sejalan dengan keinginan rakyat. Contoh, UU Minerba dibuat untuk menguntungkan pengusaha. UU Cipta Kerja menuai kontroversi di tengah masyarakat karena aturan-aturannya dibuat sesuai hawa nafsu dan kepentingan mereka. Standar pembuatan aturan pun menjadi tidak pasti.
Sementara itu, manusia sejatinya memiliki sifat lemah untuk dijadikan sandaran dalam pembuatan hukum. Ada perbedaan tingkat berpikir antara satu dan yang lain, termasuk kemampuan mengindra fakta dan akar permasalahannya. Belum lagi terdapat berbagai kepentingan yang berbeda. Semua ini menyebabkan aturan manusia di satu tempat bisa jadi tidak sesuai dan tidak memuaskan manusia di tempat yang lain.
Dalam sistem Islam, penguasa dipilih rakyat untuk menjalankan aturan Allah Taala. Islam mewajibkan umatnya—rakyat maupun penguasa—untuk menerapkan seluruh aturan tersebut. Dalam sistem Islam, penguasa dipilih rakyat untuk menjalankan aturan Allah Taala. Islam mewajibkan umatnya—rakyat maupun penguasa—untuk menerapkan seluruh aturan tersebut. Allah ﷻ firman-Nya,
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَاۤفَّةً ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan (kafah), dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.” (QS Al-Baqarah: 208)
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَّلَا مُؤْمِنَةٍ اِذَا قَضَى اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗٓ اَمْرًا اَنْ يَّكُوْنَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ اَمْرِهِمْ ۗوَمَنْ يَّعْصِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًا مُّبِيْنًاۗ
“Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh ia telah tersesat dengan kesesatan yang nyata.” (QS Al-Ahzab: 36)
Dari ayat-ayat di atas, penguasa dituntut bertanggung jawab menerapkan semua aturan Islam terkait jalannya pemerintahan atau pengaturan urusan rakyat. Kebutuhan pokok rakyat wajib dipenuhi, baik sandang, pangan, papan, juga pendidikan, kesehatan, dan keamanan. Kekayaan alam dialokasikan sepenuhnya untuk memenuhi hajat kebutuhan rakyat, bukan malah dikuasai penguasa atau pengusaha (asing/aseng) sebagaimana dalam sistem demokrasi-kapitalisme.
Penguasa juga akan senantiasa takut pada Allah jika ia memanfaatkan harta milik rakyat untuk dirinya. Ada kisah Umar bin Khaththab ra. saat beliau menjadi khalifah, ketika beliau diberi susu dari onta milik rakyat oleh pembantunya, berkatalah Umar ra., “Celaka engkau! Engkau memberiku minum dari api neraka.” (Riwayat hasan, diriwayatkan Ibnu Zanjawiyyah di Al-Amwaal dan Ibnu Syabbah di Taariikh al-Madiinah)
Wallahualam
Views: 0
















