Gencatan Senjata Sia-Sia, Saatnya Jihad Fii Sabilillah

Oleh. Martina Eka Trilova
(Kontributor MazayaPost.com| Aktivis Muslimah)

Sejak perjanjian gencatan senjata yang di berlakukan pada Oktober 2025 korban tewas di Gaza telah melampaui 1.000 jiwa (cnbcindonesia.com, 18/6/2026 ). Gencatan tersebut dimediasi oleh Amerika Serikat, tetapi Zionis Israel telah melanggar perjanjian yang disepakati.

Selama gencatan senjata, Zionis telah melakukan pelanggaran sistematis. Pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata mencakup serangan bersenjata terhadap warga sipil di zona pembatas, penembakan kendaraan, penangkapan sewenang-wenang, serta perluasan “garis kuning” yang memaksa pengungsian berulang. Secara sistematis, Zionis juga memblokade dan membatasi masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Amerika Serikat selaku penjamin dan sponsor utama dari perjanjian tersebut juga memberikan bantuan kepada Zionis dengan cara apapun. Bantuan Amerika Serikat kepada Zionis berupa pendanaan militer asing (FMF) sampai 356 T atau 16% pemasok senjata di Zionis, Bantuan senjata dan amunisi, sistem pertahanan bersama (iron dome) juga dukungan logistik dan intelijen.

Zionis adalah Pembohong Besar

Strategi Barat dalam meredakan opini dunia adalah melakukan gencatan senjata, tetapi di perjanjian tersebut tidak benar-benar menciptakan perdamaian melainkan Zionis melakukan pembunuhan dan perampasan secara masif. Amerika Serikat dan Zionis itu dianalogikan seperti ibu dan anak. Jika Amerika Serikat sebagai penjamin atas gencatan di Gaza pastilah tak akan adil. Mengandalkan negara penjajah untuk urusan umat Islam adalah kesalahan fatal dan akan melanggengkan penjajahan.

Akar masalah dari penjajahan ini adalah tidak adanya junnah (perisai) yang melindungi umat Islam. Dibutuhkan sistem Islam untuk memberantasnya. Bukan gencatan senjata yang dibutuhkan, tetapi jihad fii sabilillah agar segera terselesaikan masalah ini.

Butuh Persatuan Umat Menegakkan kembali Sistem Islam

Umat harusnya paham bahwa tidak boleh berharap dan menggantungkan nasib kepada kafir dan musuh-musuh Islam dalam setiap lini hidup. Allah Swt. berfirman, “Maka janganlah engkau taati orang-orang kafir, dan berjuanglah terhadap mereka dengannya (Al-Qur’an) dengan (semangat) perjuangan yang besar.” (QS Al-Furqan: 52 )

Masalah Palestina harusnya di selesaikan sesuai sistem Islam. Jalan keluar utama dari penjajahan atas Palestina adalah jihad fii sabilillah untuk mengusir penjajah Zionis. Jihad adalah kewajiban syar’i. Allah telah berfirman, “Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS At-Taubah: 41)

Jihad fii sabillah akan sangat mudah dan berkekuatan luar biasa apabila umat disatukan dalam sistem Islam. Umat harus kembali memperjuangan sistem Islam agar ada perisai sekaligus penjagaan terhadap setiap jengkal tanah mereka. Wallahualam bisawab.

Views: 0

Dibaca

Loading

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

Konsultasi