Oleh. Hilya
(Kontributor MazayaPost.com| Santri Penghafal Al-Qur’an)
Ketua Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana yang mengatur program makan siang gratis ini diduga melakukan penggelapan uang MBG tersebut (15/7/2026). Korupsi yang diduga dilakukan mantan kepala BGN adalah gambaran berantakannya program pemerintah. Namun kelihatannya, pemerintah tak peduli dan tetap meneruskan program MBG ini.
Diketahui, program MBG memangkas dana pendidikan sebesar 268 T. Padahal dana sebesar itu bisa digunakan untuk hal yang urgen, misalnya membangun gedung sekolah, menambah fasilitas sarana prasarana pendidikan lainnya. Tak hanya itu, fakta menyakitkan yang lain, rendahnya gaji guru honorer 300-500 ribu per bulan yang jauh di bawah pegawai SPPG. Gaji mereka berkisar 2 hingga 6,5 juta per bulan.
Rakyat memang butuh makan, tetapi tidak harus dengan cara distribusi MBG yang justru menimbulkan berbagai masalah baru. Negara harus memiliki kebijakan yang membuat para penanggung nafkah mampu mencukupi kebutuhan pangan keluarga, yakni dengan penyediaan lapangan kerja yang menyerap banyak tenaga kerja. Negara juga harus menjaga kondisi perekonomian tetap stabil. Wallahualam.
Views: 0
















