Mewaspadai Krisis BBM di Tengah Gejolak Dunia

Oleh. Shabrina
(Kontributor MazayaPost.com| Aktivis Dakwah)

Gejolak global kembali berdampak ke dalam negeri. Di tengah konflik dunia, harga minyak naik dan mulai memengaruhi kondisi BBM di Indonesia. Mulai Maret 2026, BBM nonsubsidi sudah mengalami kenaikan. Di beberapa daerah seperti Bandung dan Makassar, antrean panjang terjadi di SPBU. Masyarakat harus menunggu lama, bahkan kesulitan mendapatkan BBM atau membelinya dengan harga lebih mahal.

Di sisi lain, APBN harus menanggung beban subsidi yang semakin besar akibat kenaikan harga minyak dunia. Hingga Maret 2026, defisit sudah mencapai Rp240,1 triliun. Pemerintah seperti gagal mengelola APBN yang seharusnya dikelola untuk kesejahteraan rakyat. Akibatnya, masyarakat yang paling merasakan dampaknya. Contoh kecilnya: akses BBM bersubsidi semakin sulit dan harga semakin tidak terjangkau.

Dalam pandangan Islam, masalah ini terjadi karena tidak adanya kemandirian dalam pengelolaan sumber daya. Dalam sistem Khilafah, sumber daya minyak dari negeri-negeri muslim akan dikelola bersama dan didistribusikan untuk seluruh umat. Dengan sistem ini, negara bisa mandiri dan tidak mudah terguncang oleh kondisi global. Energi juga akan dikelola dengan bijak sesuai syariat, tanpa mengorbankan kebutuhan rakyat. Selain itu, negara juga akan mengembangkan energi alternatif untuk menjamin kebutuhan jangka panjang. Dengan sistem Khilafah, krisis seperti ini tidak akan terus berulang, dan kesejahteraan rakyat dapat lebih terjamin. Wallahualam bisawab.

Views: 0

Dibaca

Loading

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

Konsultasi