Refleksi Idulfitri : Pemuda Peduli, Harapan Kemenangan Hakiki0

Oleh. Anonim

(Kontributor MazayaPost.com)

Dalam suasana Syawal, Ahad pagi (05/04/2026), Smart with Islam mengadakan kajian bersama pemuda muslimah di Mushola Anwaru Mekkah, Leces Probolinggo. Kajian ini digelar sebagai bentuk recharge iman bagi generasi muda agar meneruskan semangat ketaatan meski ramadhan sudah berakhir sekaligus sebagai momen saling menguatkan di tengah kondisi kezaliman yang masih kokoh berdiri.

Kak Dyah selaku pemateri kajian menyampaikan bahwa Idulfitri kita saat ini belum bisa dikatakan sebagai hari kemenangan. Penyebabnya karna belum semua kaum muslim (ex Gaza dan Aceh) bisa merayakan hari kemenangan penuh suka cita sebagaimana yang diharapkan Rasulullah.

 

Selain itu, karena hidup kita saat ini masih berada dalam kendali sistem kapitalisme sekuler yang mengakibatkan pemuda muslim khususnya tanpa sadar terbawa arus dan tunduk pada setiap aturannya.

 

Hal ini terbukti ketika karakter kapitalisme sangat mempengaruhi pola pikir generasi muda, misalnya menjadi cuek terhadap sekitar, tidak suka dinasehati yang berbau agama Islam, sering menyalahkan takdir Allah, bahkan selalu khawatir pada setiap pencapaian duniawi dibandingkan pencapaian akhirat.

 

Apabila kondisi ini terus menerus dibiarkan dan tidak ada upaya untuk membuang jauh sistem kapitalisme, maka sejatinya akan menimbulkan berbagai rentetan masalah tanpa henti yang lagi-lagi imbasnya pada kaum muslim khususnya generasi muda itu sendiri. Bahkan donasi dan boikot kita tidak akan segera menyelesaikan luka dan trauma bagi saudara kita di Gaza, Aceh maupun negeri muslim yang masih ditindas.

 

Sebagaimana firman-Nya, “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri.” (QS Al-Isra’: 7)

 

Ini bukan tentang betapa jahatnya Allah kepada hamba-Nya, justru sebagai ciptaan yang tidak punya kendali apapun didunia ini maka Allah hendak menyelamatkan semua hamba-Nya ketika mau senantiasa terkoneksi dengan Allah dalam bentuk mentaati setiap aturan-Nya.

 

Maka Idulfitri yang sesungguhnya itu bukan seperti yang kita lihat hari ini, melainkan Idulfitri yang dirayakan tidak hanya oleh diri sendiri dan keluarga, akan tetapi dirayakan juga oleh sekitar kita bahkan diseluruh belahan bumi lain merayakannya tanpa ada penjajahan dibumi Allah ini.

Views: 0

Dibaca

Loading

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

Konsultasi