
Oleh. Beta Arin Setyo Utami, S.Pd.
(Kontributor MazayaPost.com)
Indonesia, konon katanya paru-paru dunia, nyatanya penggundulan hutan di mana-mana. Indonesia, konon katanya negara agraris, sumber daya alamnya melimpah ruah, nyatanya banyak masyarakat di bawah garis kemiskinan ibarat mati di lumbung padi. Indonesia, konon katanya negeri bak surga, semua serba ada, nyatanya semua serba bayar, berpajak pula.
Indonesia, konon katanya negara hukum, nyatanya hukum tumpul ke atas tapi runcing ke bawah, koruptor diber grasi bahkan abolisi sedangkan rakyat dikriminalisasi. Indonesia, konon katanya negara ramah, nyatanya ramah hanya pada mereka yang beruang sedangkan pada mereka yang tak beruang begitu beringas.
Indonesia, konon katanya sudah merdeka 80 tahun lamanya, nyatanya Indonesia masih jauh dari kata merdeka. Bukankah merdeka artinya bebas dari segala bentuk penjajahan? Nyatanya, penguasa yang kini duduk di kursi pemerintahan berlaku bak penjajah (bahkan mereka adalah antek penjajah), bebas bertindak seolah atas nama UU sekalipun menyengsarakan rakyat. Bukankah merdeka artinya merujuk pada kemerdekaan setiap individu? Nyatanya, akses individu untuk mendapatkan hak-haknya kian sempit nan sulit, sangat jauh dari kata sejahtera. Kata merdeka ternyata tidak lebih dari sekadar retorika.
Indonesia tidak benar-benar merdeka. Sekadar menyampaikan aspirasi, suara-suara kritis yang membangun atas kebenaran justru dibungkam, dikriminalisasi, dicap pembenci negara bahkan pemecah-belah bangsa hingga dibuih atau justru tinggal nama. Kritik sejatinya bentuk cinta dalam aksi nyata. Negara ini butuh lebih banyak orang yang jujur dan amanah, bukan orang yang pandai memuja apalagi penjilat. Negara ini butuh sistem yang baik dan memanusiakan manusia, bukan sistem yang rakus.
Indonesia akan makin terpuruk karena pengaturan sistem kapitalisme, hanya bisa bangkit dan benar-benar merdeka hanya dengan pengaturan sistem Islam yang niscaya mendatangkan berkah dari langit dan bumi juga rida dari Sang Ilahi. Oleh karena itu, perlu adanya perubahan dan kebangkitan umat untuk meraih kemerdekaan hakiki dan menyelamatkan negeri tercinta ini. Wallahualam.
Views: 0

















