Oleh. Siti Asyah
(Kontributor MazayaPost.com)
Di ujung jalan Probolinggo–Lumajang
Barisan kendaraan bak gelondong kayu panjang
Motor dan mobil berjejer menunggu
Bukan menunggu perjalanan,
tetapi menunggu setetes Pertalite nan ambigu
Agar esok tetap melaju
Antrean keluar dari area SPBU
Mengular ke jalan hingga bahu
Waktu terbuang dalam penantian
Peluh bercampur kegelisahan
Sementara kebutuhan hidup
‘Tak pernah mau berhenti menunggu.
Di Lumajang, pada awal September
Sejumlah SPBU tumbang
Antrean panjang memusingkan
Bahkan di beberapa titik
Warga harus berpindah
Menempuh belasan kilometer
Demi mendapatkan Pertalite
Pertamina menyebut muasal Distribusi dan meningkatnya konsumsi
Menjadi salah satu sebab antrean
Kemacetan di jalur Ketapang Banyuwangi
Mencapai sekitar 12 kilometer
Ikut memperlambat perjalanan mobil tangki
Menuju wilayah Jember dan Lumajang
Pertamina kemudian menyatakan penyaluran Pertalite
diperkuat hingga sekitar 110 persen
pada 5 September 2026.
Namun di balik angka dan laporan
Ada rakyat yang kehilangan waktu
Ada pekerja yang terlambat mencari nafkah
Ada pengemudi yang harus berpindah pompa
Dan ada keluarga yang hanya berharap
BBM tersedia saat mereka membutuhkan
Allah telah mengingatkan:
“Janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil…”
(QS. Al-Baqarah: 188)
Ayat ini menjadi pengingat
Agar setiap urusan yang menyangkut kebutuhan masyarakat
Dijalankan dengan amanah kejujuran,
Dan tidak merugikan sesama
Wahai pemegang amanah
BBM bukan sekadar angka dalam laporan
Ia adalah denyut kehidupan insan
Di balik satu liter Pertalite
ada perjalanan menuju tempat kerja
Ada dagangan yang harus diantar
Ada anak yang harus ke sekolah
Ada keluarga yang menggantungkan harapan
Semoga antrean segera berakhir
Distribusi kembali lancar
Dan rakyat tak lagi menghabiskan waktu
hanya untuk mencari bahan bakar kehidupan
Karena rakyat tidak meminta kemewahan
mereka hanya ingin tersedia kebutuhan dasar, mudah lagi adil.
Probolinggo, 24 Oktober 2026.
Views: 0
















