Kenakalan Remaja Marak, Salah Siapa?

Oleh. Nuri

(Kontributor MazayaPost.com, Bogor)

Kasus kenakalan remaja semakin meningkat, didominasi oleh aksi tawuran antar pelajar, balap liar, dan perang sarung yang meresahkan, terutama di wilayah Jateng dan Jatim. Polisi gencar melakukan patroli, razia, hingga pembinaan di barak militer untuk menekan gengster pelajar. Beberapa kasus menonjol melibatkan senjata tajam dan perundungan.

Remaja saat ini sudah jauh dari Islam, bukan karena mereka tidak ingin dekat tapi karena lingkungan yang membentuk mereka, sistem yang membuat mereka semakin menjauh dari Islam dan kurangnya bimbingan dari orang terdekat mereka.

Kenakalan remaja hari ini bukan sekadar “anak bandel”. Melainkan fenomena yang semakin mengkhawatirkan, pergaulan bebas semakin dianggap biasa. Konten negatif mudah diakses tanpa batas, Tawuran, bullying, hingga krisis adab makin sering terjadi

Banyak remaja kehilangan arah dan tujuan hidup, yang jadi pertanyaan adalah
apakah ini murni kesalahan anak? atau justru ada faktor lain, remaja hari ini tumbuh dalam lingkungan minim pembinaan iman, kurangnya teladan dari orang dewasa, dan sistem pendidikan lebih fokus akademik daripada akhlak. Lebih parahnya lagi, media sosial dan lingkungan yang justru menormalisasi kemaksiatan, sehingga “kenakalan” itu sering kali terjadi baik itu dilingkungan masyarakat maupun lingkungan sekolah.

Manusia lahir dalam keadaan fitrah, yang berarti suci, bersih dari dosa, dan memiliki kecenderungan alami untuk mengakui keesaan Allah (tauhid). Konsep ini didasarkan pada hadis Nabi Muhammad saw. yang menyatakan setiap bayi terlahir di atas fitrah (Islam/tauhid), di mana orang tuanyalah yang kemudian membentuknya menjadi Yahudi, Nasrani, atau majusi artinya, bukan rusak dari awal, namun lingkunganlah yang membentuk dari mulai keluarga, masyarakat dan sistem.

 

Islam tidak hanya menyalahkan individu, tetapi memperbaiki dari akar. Peran Keluarga (sebagai Madrasah Pertama) di mana Orang tua bukan hanya memberi makan, tapi juga menanamkan iman sejak dini. Mengenalkan Allah, membiasakan ibadah, menjadi teladan, dan lingkungan yang baik juga sangat berperan penting.

Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa teman itu sangat berpengaruh, remaja butuh lingkungan yang menjaga bukan yang menjerumuskan, Islam mengatur kehidupan secara menyeluruh dari mulai pendidikan berbasis akidah dan akhlak, media yang menjaga moral, bukan merusak, aturan yang melindungi generasi dari kemaksiatan dan orang tua tidak cukup hanya menyuruh anak menjadi baik, melainkan lingkungannya pun harus mendorong pada kebaikan.

Maka dari itu, kenakalan remaja bukan hanya salah anak, melainkan cerminan dari apa yang kita bangun bersama. Jika menginginkan generasi baik maka bukan hanya anak yang diperbaiki tetapi juga keluarga, lingkungan, dan sistemnya. Karena sejatinya
remaja bukan masalah, melainkan amanah.

 

Views: 0

Dibaca

Loading

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

Konsultasi