Oleh. Afiyah Rasyad
(Tim MazayaPost.com)
Sesumbar membuka lapangan kerja
Pengangguran kian merajalela
Nyatanya lowongan kerja hal ghaib saja
Masyarakat digiring ke mana suka laksana bola
Saat kata tanya ada
Kata kunci berbeda
Kalimat sederhana dijawab teka-teki kata
Lafaz sederhana dijawab sok pintar dalam kuasa
Sungguh miring paradigma
Terlalu sayang pada singgasana
Duduk manis laksana raja
Terus membisu saat pekerja terlunta-lunta
Memanglah miring paradigma
Dapur-dapur dianggap lapangan kerja
Yang terserap tetap yang punya kolega
Jumlah tidak terserap jauh lebih banyak di luaran sana
Makin miring paradigma
Saat kuasa tertatih didikte nominal harta
Angka-angka mata uang berpestapora
Mulai lilitan utang hingga perpanjangan tambang pusaka
Belum lagi sapaan berbagai bencana
Hampir satu pulau dibiarkan tertatih dalam kubangan derita
Datang sekadarnya
Menganggap diri paling peduli segala-gala
Terlalu sibuk berkuasa
Kebijakan diukur dari sudut pandang laba
Kepentingan turut campur di istana
Gandeng ulama sebagai legetimasi kemiringan sempurna
Banyak lagi kemiringan lainnya
Seperti dukungan pada penjajah Palestina yang begitu nyata
Juga seperti pembiaran rakyat bunuh diri suka-suka
Tak ada penjagaan kehormatan dan nyawa
Sadarlah Tuan dan Puan di singgasana
Tugasmu berat hingga di alam baka
Ada tanggung jawab atas perbuatan di dunia
Tak akan terluput meski seujung kuku saja
Views: 0
















