KHUTBAH PERTAMA
الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ إِلَّا اللّٰه وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰه، اَللّٰهُـمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ.
فَيَا عِبَادَ اللّٰه، أُوْصِيْنِيِ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى: ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ ٤١ (اَلرُّوْمُ)
Alhamdulillah, kita masih dipertemukan oleh Allah di hari mulia, hari Jumat. Di tempat yang dimuliakan, masjid. Bersama orang-orang yang insya Allah dimuliakan, orang-orang bertakwa. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan alam Nabi Besar Muhammad saw.
Pertama dan paling utama, mari tingkatkan takwa kita kepada Allah. Taati perintah-Nya dan jauhi larangan-Nya. Allah Swt. berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (QS. Âli ‘Imrân [3]: 102).
Ma’âsyiral Muslimîn rahimakumullâh,
Di antara nikmat Allah Swt. yang sering kita lupakan adalah lingkungan yang aman, udara yang bersih, dan kehidupan yang tenteram.
Namun, jutaan rakyat utamanya di Kalimantan, Sumatra, bahkan hingga di negeri tetangga harus menderita akibat menghirup asap pekat. Tangan-tangan yang ingin mengejar keuntungan sendiri membakar hutan dan lahan, tanpa memperhitungkan dampaknya bagi manusia yang lain.
Hingga pertengahan Oktober tercatat lebih dari 300 ribu orang jadi korban. Mereka mengidap infeksi saluran pernafasan atas (ISPA). Sekitar 77 ribu di antaranya adalah anak-anak. Sampai kapan kezaliman ini dihentikan? Akankah kita menunggu korban yang lebih besar lagi? Di mana tanggung jawab negara yang semestinya melindungi rakyat?
Ma’âsyiral Muslimîn rahimakumullâh,
Dalam Islam, melindungi keselamatan rakyat merupakan kewajiban pemimpin yang kelak dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt. Rasulullah saw. bersabda:
الإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Pemimpin adalah pengurus rakyat dan ia bertanggung jawab atas rakyat yang ia urus” (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Tanggung jawab ini menuntut pemimpin mengutamakan keselamatan rakyat, bahkan terhadap hewan sekalipun. Umar bin al-Khaththab ra. pernah menyatakan kekhawatirannya akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah jika seekor unta mati karena terlantar di wilayah kepemimpinannya. Karena itu, ketika rakyat terancam karhutla, pemimpin wajib bertindak serius dan tidak meremehkan penderitaan mereka.
Islam sudah memiliki langkah mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan.
Pertama, Khilafah akan mengelola hutan berdasarkan syariah Islam dengan menetapkannya sebagai milik umum yang dikelola negara demi kemaslahatan rakyat, bukan dieksploitasi demi keuntungan segelintir pihak. Rasulullah saw. bersabda:
الْمُسْلِمُوْنَ شُرَكَاءُ فِيْ ثَلَاثٍ فِي الْكَلَإِ وَالْمَاءِ وَالنَّارِ
“Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara, yaitu padang rumput, air, dan api” (HR. Abu Dawud dan Ahmad).
Kedua, Khilafah akan mengawasi dan menindak tegas pelaku pembakaran serta perusakan hutan. Rasulullah saw. bersabda:
لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ
“Tidak boleh membahayakan diri sendiri maupun orang lain” (HR. al-Baihaqi, al-Hakim, dan ad-Daruquthni).
Islam menetapkan sanksi ta’ziir atas pelaku pengrusakan lingkungan, seperti pembakaran lahan. Khalifah atau qaadhi (hakim) di pengadilan akan menetapkan kadar hukuman sesuai tingkat kejahatan atau kerusakan yang ditimbulkan. Qaadhi bisa menetapkan denda besar untuk pemulihan lingkungan, memenjarakan para pelaku, termasuk pemilik perusahaan, sampai menjatuhkan hukuman mati jika kerusakan yang ditimbulkan terhadap lingkungan berskala besar dan membahayakan masyarakat.
Ketiga, Khilafah akan melakukan pencegahan dan mitigasi melalui sistem peringatan dini, penyediaan sarana pemadaman yang memadai, pemulihan ekosistem gambut, serta penjagaan kelembapan lahan agar tidak mudah terbakar.
Keempat, Khilafah akan membangun sistem penanganan bencana yang cepat, mengutamakan keselamatan rakyat, dan memangkas birokrasi yang berbelit-belit. Rasulullah saw. bersabda:
وَمَنْ شَاقَّ شَقَّ اللَّهُ عَلَيْهِ
“Siapa saja yang mempersulit orang lain, niscaya Allah akan mempersulit dirinya” (HR. al-Baihaqi, al-Hakim, dan ad-Daruquthni).
Kelima, Khilafah akan mengedukasi masyarakat agar menjaga lingkungan dan menjalankan amar makruf nahi mungkar, termasuk mencegah pembakaran serta perusakan hutan. Rasulullah saw. bersabda:
مَا مِنْ قَوْمٍ يُعْمَلُ فِيهِمْ بِالْمَعَاصِيْ، ثُمَّ يَقْدِرُوْنَ عَلَى أَنْ يُغَيِّرُوْا، ثُمَّ لَا يُغَيِّرُوْا، إِلَّا يُوْشِكُ أَنْ يَعُمَّهُمُ اللَّهُ مِنْهُ بِعِقَابٍ
“Tidaklah suatu masyarakat yang di tengah-tengahnya dilakukan kemaksiatan, sementara mereka mampu mengubahnya tetapi tidak melakukannya, melainkan Allah akan segera meratakan hukuman-Nya kepada mereka” (HR. Abu Dawud).
Dengan demikian, menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi rakyat dari bencana merupakan amanah besar yang harus ditunaikan pemerintah dan didukung oleh seluruh masyarakat.
Ma’âsyiral Muslimîn rahimakumullâh,
Ketahuilah, sebenarnya sumber bencana kebakaran yang menimpa kita adalah sistem kapitalisme yang membebaskan korporasi untuk menguasai lahan hutan. Lalu mereka mengeksploitasi alam dengan bebas hingga tercipta kerusakan lingkungan yang dahsyat. Bencana ini akan terus berulang terjadi selama sistem kapitalisme-liberalisme dalam pengelolaan hutan tetap dipertahankan. Apakah kita tidak mengambil pelajaran dari kerusakan ini, bahwa hanya Islam yang dapat menyelamatkan kita?!Wallâhu a‘lam bish-shawâb.[]
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إِلَى رِضْوَانِهِ. اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ؛ فَياَ أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، وَقَالَ تَعاَلَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أَنْبِيَائِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلَائِكَتِكَ الْمُقَرَّبِيْنَ، وَارْضَ اللّٰهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ، أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ، وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ، وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ، وَأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ دَوْلَةَ الْخِلاَفَةِ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ تُعِزُّ بِهَا الْإِسْلَامَ وَاَهْلَهُ وَتُذِلُّ بِهَا الْكُفْرَ وَاَهْلَهُ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْعَامِلِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ لِإِقَامَتِهَا بِإِذْنِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْبَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ، وَسُوْءَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُوْنِيْسِيَا خَاصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ.
Views: 0
















