Kapan Episode Kekerasan Remaja Berakhir?


Seperti sinetron yang tak tahu kapan selesai. Kekerasan dunia remaja pun tak menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Bahkan, kekerasan remaja semakin banyak terjadi dengan beragam cara dan motif yang melatarbelakangi. Juga, dilakukan dengan kian sadis. Lantas, bilakah berakhir?

Seperti yang dilakukan oleh ketiga remaja SMP berusia 14 tahun di Sukabumi, Jawa Barat. Mereka ditangkap polisi karena diduga melakukan pembacokan kepada remaja sebaya mereka hingga tewas. Tak hanya itu, tindakan keji tersebut bahkan mereka tayangkan secara langsung melalui media sosial Instagram (24/3).

Sungguh ironis. Di negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam dengan budaya ketimuran. Seharusnya akhlak dan moral diutamakan. Namun, saat ini justru sulit sekali ditemukan remaja yang berakhlak mulia. Para remaja seakan dirasuki setan, sehingga bersikap buas tega mengambil nyawa teman sebayanya.

Bukan hanya itu, problematika kekerasan remaja seperti tawuran dan penganiayaan juga masih banyak terjadi. Hal ini jelas menimbulkan keresahan dan kekhawatiran masyarakat sebagai orang tua yang takut anak-anaknya menjadi korban, bahkan terjebak sebagai pelakunya.

Berbagai upaya telah ditempuh oleh pihak berwenang. Sayangnya, segala upaya yang dilakukan belum membuahkan hasil. Faktanya, bukannya berhenti justru kekerasan remaja kian marak. Lalu, kapan episode kekerasan remaja ini akan berakhir?

Tampaknya kekerasan remaja tersebut tak akan pernah berhenti selama tatanan masyarakat masih seperti saat ini, yakni Kapitalis Sekuler. Di mana orientasi hidup hanya meraih kepuasan materi, bukan ridha Illahi. Segala tindakan akan dilakukan tanpa memikirkan halal haram, demi kepuasan diri. Sebab, agama dipisahkan dari kehidupan dan bernegara.

Maka konsep kehidupan masyarakat harus dibenahi. Pola pikir masyarakat harus dipahamkan bahwa Allah menciptakan manusia hanya untuk beribadah, sehingga setiap aktivitas harus sesuai aturan Allah. Sebab, semua akan dimintai pertanggungjawaban kelak di hadapan Allah dan dipahamkan bahwa azab akhirat lebih pedih.

Dengan begitu, setiap tindakan akan dilandaskan pada iman. Konsep ini akan melahirkan individu yang bertakwa, masyarakat yang memiliki kontrol penuh, dan mewujudkan penguasa yang berperan optimal dalam menjalankan tugasnya sebagai pelindung rakyat. Dengan tegaknya tiga pilar ini akan mampu menyelesaikan setiap problematika termasuk kekerasan remaja. Tapi, akankah hal ini dapat dicapai dalam sistem Kapitalis Sekuler? Tentu tidak. Hal itu hanya akan terwujud dalam sistem Islam.

Wallahu a’lam bis shawab.

Wida Nusaibah (Malang-Jatim)

Dibaca

 72 total views,  2 views today

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

Konsultasi