Mengajarkan Ananda Tentang Adab Terhadap Guru

Oleh: Ustazah Yanti Tanjung

Yusuf bin Al-Husain berkata, “Dengan mempelajari adab, maka engkau jadi mudah memahami ilmu.” Syaikh Sholeh Al ‘Ushoimi berkata, “Dengan memperhatikan adab, maka akan mudah meraih ilmu. Sedikit perhatian pada adab, maka ilmu akan disia-siakan.”

Agaknya persoalan adab inilah yang kering hari ini di dunia pendidikan kita yang berdampak kepada jauhnya dari barakah ilmu, itu artinya jauhnya sifat saleh dari anak-anak kita. Sedikit sekali sentuhan adab ini diajarkan baik di sekolah maupun di rumah. Apalagi saat ini generasinya adalah generasi rebahan yang setiap hari tak lepas dari handphone, bertingkah semaunya anak, baik dalam makan, minum, belajar pun saat berkomunikasi dengan guru, dan orang tua.

Hari ini, guru seringkali tidak dihargai oleh murid-muridnya. Bahkan, guru bukan lagi sumber ilmu yang bisa diserap karena anak-anak bisa disuruh mencari sendiri di internet sesuai tugas yang diperintahkan guru. Guru hari ini pun jarang-jarang mentransfer adab kepada anak didiknya bahkan guru sendiri yang mencontohkan adab-adab yang rusak di hadapan murid-muridnya. Padahal adab itu lebih dulu diajarkan daripada ilmu.
Imam Darul Hijrah, Imam Malik rahimahullah pernah berkata pada seorang pemuda Quraisy,
تعلم الأدب قبل أن تتعلم العلم

“Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu.”

Imam Malik bin Anas menghabiskan waktu selama 16 tahun untuk mempelajari adab dan 4 tahun untuk mencari ilmu. Ibnul Mubarok berkata, “Kami mempelajari masalah adab itu selama 30tahun, sedangkan kami mempelajari ilmu selama 20 tahun.”

Sufyan at-Tsauri (w. 161 H) mengatakan, “Ketika seseorang ingin menulis hadits, maka dia terlebih dulu belajar adab dan ibadah dua puluh tahun sebelumnya (menulis hadits).” [Abu Nu’aim, Hilyatu al-Auliya’, Juz VI/361]

Betapa belajar adab itu adalah belajar yang paling lama dalam kehidupan seorang anak. Ayah bunda harus memiliki perhatian yang besar terhadap perkara adab ini sebab ilmu bisa mengalir bagaikan air yang mengalir tanpa sumbatan dan mampu diamalkan oleh ananda ketika adab-adab ananda di hadapan gurunya dapat terpenuhi dengan baik. Maka, ayah bunda harus seantiasa mensounding adab ini agar ananda ketika menempuh jalan ilmu selalu bertambah kebaikan.

Adab merupakan bagian dari akhlak yang menghiasi diri ananda. Berakhlak mulia ini merupakan sebaik-baik manusia. Rasulullah saw. bersabda:

إِنَّ مِنْ خِيَارِكُمْ أَحَاسِنُكُمْ أَخْلاَقاً

“Sesungguhnya sebaik-baik kalian adalah yang paling bagus akhlaqnya”. (Muttafaqun ‘alaihi)

Ibn Hajar al-Asqalani (w. 852 H) rahimahu–Llah, menyatakan, “Belajar adab artinya mengambil akhlak yang mulia.” [Lihat, Ibn Hajar, Fath al-Bari, Juz X/400]

Ibn Al-Qayyim Al-Jauziyyah (w. 751 H) menyatakan, “Ilmu adab: adalah ilmu untuk memperbaiki lisan [tutur kata], seruan, ketepatan dalam menempatkan pada posisinya, pemilihan kata yang baik dan tepat, serta menjaganya dari kesalahan dan cacat.” [Ibn Al-Qayyim al- Jauziyyah, Madzariju as-Salikin, Juz II/368].

Ketika ananda sudah memiliki adab-adab yang mulia di hadapan ilmunya, maka banyak sekali keutamaan-keutamaan yang dapat diraih ananda.

مَا مِنْ شَيْءٍ يُوضَعُ فِي الْمِيزَانِ أَثْقَلُ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ وَإِنَّ صَاحِبَ حُسْنِ الْخُلُقِ لَيَبْلُغُ بِهِ دَرَجَةَ صَاحِبِ الصَّوْمِ وَالصَّلاَةِ

“Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat timbangannya dari akhlaq mulia ketika diletakkan di atas mizan (timbangan amal) dan sungguh pemilik akhlaq mulia akan mencapai derajat orang yang mengerjakan puasa dan shalat.” (HR. Abu Dawud dan At Tirmidzi)

إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ القِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا

“Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kalian dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah mereka yang paling bagus akhlaknya di antara kalian.” (HR. Tirmidzi no. 1941)

Betapa agungnya kemuliaan anak-anak kita jika memiliki adab yang tinggi, karenanya pantaslah kita mengajarkan kepada ananda saat mereka menuntut ilmu memiliki adab kepada para ulama dan guru si pemilik ilmu. Tidak menghinakan ulama dan guru, tidak menghujat mereka akan tetapi ikut membela ulama dan guru saat mereka diniskan para penista

“Wahai,Aanakku! Bila engkau duduk di hadapan gurumu maka rendahkanlah hati dan suaramu, jangan kau sela ucapannya sebelum engkau dipersilahkan bicara, jangan engkau beranjak dari dudukmu sebelum majelis berhenti. Jika gurumu sedang membacakan ilmu maka simaklah baik-baik dan catatlah. Jika engkau ada hajat, maka izinlah terlebih dahulu dan tandailah batasan ilmu yang engkau dapatkan sehingga engkau bisa menambahkan kekuranganmu di luar majelis. Bantulah berbagai keperluannya walau gurumu tidak memintanya, dahulukanlah kepentingannya sebelum kepentinganmu.”

Sekiranya demekian beberapa adab yang perlu kita ajarkan kepada ananda dan tentunya masih banyak lagi.

Sungguh teladan yang tiada bandingnya adab Imam Muslim kepada Imam al-Bukhari (gurunya): “Biarkanlah aku mencium kedua kakimu, wahai guru para guru, penghulu para ahli hadits, dan dokter hadits yang menguasai segala macam penyakitnya.”

Ilmu yang didapatkan ananda akan menghunjam dalam dada mereka dan mereka menjelma menjadi sosok pribadi-pribadi yang memesona dan luar biasa sebab adab mereka yang terpuji. Sungguh ayah bunda, perkara adab ini tidak boleh disepelekan.
Lalu ajarkan kepada anak agar mereka selalu berdoa meminta adab dan akhlak yang baik.

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الأَخْلاَقِ وَالأَعْمَالِ وَالأَهْوَاءِ

“Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari akhlaq, amal, dan hawa nafsu yang mungkar.” (HR. Tirmidzi no. 359)

اللَّهُمَّ اهْدِنِى لِأَحْسَنِ الأَخْلاَقِ لاَ يَهْدِى لِأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ وَاصْرِفْ عَنِّى سَيِّئَهَا لاَ يَصْرِفُ عَنِّى سَيِّئَهَا إِلاَّ أَنْتَ

“Ya Allah, tunjukilah padaku akhlak yang baik, tidak ada yang dapat menunjukinya kecuali Engkau. Dan palingkanlah kejelekan akhlak dariku, tidak ada yang memalingkannya kecuali Engkau.” (HR. Muslim no. 771, dari ‘Ali bin Abi Tholib)

Sumber: Dunia Parenting

Dibaca

 9 total views,  1 views today

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

Artikel Terbaru

Konsultasi