Tawuran, Cara Baru Mencari Cuan?

Oleh. Puji Yuli
(Kontributor MazayaPost.com)

Aksi tawuran antara geng motor kembali terjadi di wilayah Ciomas. Sebanyak 8 pelaku yang masih usia remaja itu kini ditangkap Polsek Ciomas. Di hari yang sama, Polsek Ciomas juga menggagalkan rencana tawuran yang melibatkan sejumlah remaja di wilayah Ciomas tepatnya di Jalan Samisade, Desa Laladon. Dalam operasi ini, polisi berhasil mengamankan 3 remaja yang diduga hendak terlibat dalam tawuran, 6 buah celurit dan 13 kendaraan sepeda motor (radarbogor.jawapos.com, 30/6/2024).

Tawuran masa kini dilakukan dengan cara kekinian, bahkan untuk mendapatkan cuan. Apalagi tawuran ini dilakukan oleh remaja yang masih dibawah umur. Kasus ini merupakan salah satu potret rusaknya karakter dan moral generasi muda.

Hal ini menunjukkan bahwa betapa kebahagiaan berdasarkan materi telah menghujam kuat dalam diri generasi. Bahkan, generasi muda melakukan tawuran untuk cuan. Betapa generasi muda menghalalkan segala cara untuk mencari cuan dan kebahagiaan materi.

Adanya fakta remaja tawuran sebagai cara baru mencari cuan ini terpengaruh pada kapitalisme sekuler. Di mana kebahagiaan diukur dengan menjadi kaya dan berlimpah materi meskipun menghalalkan segala cara. Ini terjadi karena cara pandang kesuksesan dan kebahagiaan hanya diukur dari aspek materi dan cenderung memisahkan agama dari kehidupan. Sehingga, generasi muda terpengaruh dalam tingkah lakunya dan terjerumus dalam tawuran sebagai cara baru mencari cuan.

Di sisi lain, fenomena ini menunjukkan adanya kegagalan dalam aspek pendidikan karakter dan moral generasi muda. Di mana, pendidikan kurang bisa menghasilkan generasi muda yang berkualitas dan berakhlakul karimah dalam masyarakat. Bayangkan apabila banyak generasi muda yang terdampak tawuran untuk mencari cuan, maka akan terjadi loss generasi yang diharapkan sebagai calon pemimpin masa depan bangsa ini. Makanya butuh solusi untuk menanggani masalah ini untuk menyelamatkan generasi muda dari tawuran.

Islam mempunyai aturan yang jelas dalam pendidikan generasi. Di mana Islam memiliki tujuan yang luhur dan bisa menjadikan anak bertahan hidup dalam situasi apapun dengan tetap terikat pada aturan Allah dan Rasul-Nya. Islam memahamkan kepada generasi muda tentang tujuan hidup bagi setiap muslim adalah untuk ibadah dan membawa manfaat bagi umat dan bangsa. Pendidikan Islam bisa mewujudkan kepribadian Islam dalam diri generasi muda sebagai calon pemimpin umat meraih martabat luhur dalam membangun peradaban. Dengan Islam, diharapkan generasi muda tidak terjerumus dalam tawuran untuk mencari cuan.

Dibaca

Loading

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

Konsultasi