Pemilu dan Ancaman Gangguan Mental Bagi Caleg yang Gagal

Oleh. dr. Retno Sulistyaningrum
(Kontributor MazayaPost.com)

Perhelatan pesta demokrasi makin dekat. Semua sarana pendukung terkait pemilu sudah dipersiapkan. Hiruk pikuk pesta demokrasi sudah makin terasa. Baliho para caleg sudah berjejer di sepanjang jalan kota sampai kampung. Kampanye politik sudah mulai dilaksanakan. Berbagai aksi bagi-bagi sembako untuk rakyat juga mulai ramai di masyarakat. Tetapi di sisi lain tidak kalah sibuknya dengan aktivitas kampanye, ternyata banyak rumah sakit jiwa juga sudah berbenah menyiapkan kamar khusus untuk merawat para caleg yang gagal dalam perhelatan pesta demokrasi ini, misalnya RS Oto Iskandar Dinata di Soerang. Bandung dan RSUD dr. Abdoer Rahiem Situbondo, Jawa Timur.

Ancaman Gangguan Mental dalam Pemilu

Ini adalah salah satu sisi kelam pelaksanaan pemilu. Banyak kasus para caleg yang gagal memenangkan kontestasi akhirnya menjadi stres bahkan sampai terjadi gangguan mental berat. Gejalanya mulai dari kecemasan, gangguan tidur, bahkan sampai terjadi halusinasi. Kejadian ini selalu berulang setiap ada pemilu, tetapi hal ini tidak membuat nyali surut untuk terlibat dalam pencalonan caleg.

Fenomena seperti ini terjadi karena para caleg gagal ini stres ketika impiannya untuk duduk di kursi legislatif yang menjanjikan pendapatan yang besar gagal. Konsep diri yang rapuh membuat mereka mudah patah dan stres saat harapan dan cita-cita tidak sesuai dengan kenyataan. Model individu rapuh ini mudah kita dapati di dalam masyarakat yang menerapkan sistem Kapitalisme dalam kehidupannya. Sistem yang rusak dan mengesampingkan agama dan rendahnya hubungan antara manusia sebagai makhluk dengan Rabb-Nya yang menciptakannya.

Kekuasan dan jabatan yang diimpikannya gagal diraih karena minimnya perolehan suara dalam pemilu. Padahal mereka sudah mengeluarkan dana besar untuk meraih mimpinya. Sudah bukan rahasia lagi banyak dana yang dikeluarkan, mulai dana kampanye, baliho-baliho, kunjungan, bagi-bagi uang dan sembako untuk masyarakat. Belum lagi serangan money politic yang akan membuat anggaran makin membengkak. Menurut LPM FE UI,dana yang harus dikeluarkan untuk caleg DPR RI berkisar Rp1,15 miliar-Rp4,6 miliar. Dana yang sangat fantastis.

Pemilu dan Politik Uang

Pemilu dan politik uang adalah dua hal yang selalu beriringan. Tidak akan sampai pada kursi panas legislatif bila tidak mengeluarkan modal besar. Pesta demokrasi adalah pesta berbiaya besar untuk memilih para wakil rakyat. Orientasi dari para caleg juga tidak akan terlepas dari materi dan kekuasaan. Karena, rakyat tahu penghasilan jadi anggota DPR sangat besar.

Tidak akan terwujud para wakil rakyat yang akan berbakti untuk rakyat. Memikirkan kondisi rakyat kecil yang saat ini susah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mereka hanya akan memikirkan caranya balik modal atas dana yang sudah dikeluarkan tadi. Rakyat hanya dibutuhkan suaranya saat masa-masa pemilu saja. Sebutan wakil rakyat hanyalah slogan karena mereka akan berpihak pada kepentingan segilintir orang yang menawarkan pundi-pundi uang agar mereka mengeluarkan kebijakan sesuai dengan kepentingan golongan tertentu misalnya pengusaha. Tidak peduli menyakiti dan menyengsarakan rakyat. Merampas kepemilikan umat untuk diberikan pada para oligarki.

Demokrasi vs Islam

Di dalam Islam, ada aktivitas memilih pemimpin kepala negara dan para wakil rakyat yang duduk di Majelis Umat. Tetapi, aktivitas anggota Majelis umat ini adalah merumuskan aturan-aturan kehidupan bermasyarakat dan bernegara sesuai dengan aturan Allah Swt. Berbeda dengan sistem demokrasi yang para wakil rakyat berkumpul untuk membuat undang-undang mengikuti hawa nafsunya yang sarat dengan kepentingan oligarki. Setiap kebijakan berpeluang menghasilkan pundi-pundi uang. Padahal Allah Swt. telah mengutus Rasulullah saw. dengan membawa risalah untuk mengatur kehidupan manusia.

Hukum buatan Allah Swt. adalah hukum yang terbaik karena Allah Swt. adalah Al-Khaliq dan Al-Mudabbir. Sebagaimana firman Allah Swt. dalam surat Al Maidah ayat 50,

اَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُوْنَۗ وَمَنْ اَحْسَنُ مِنَ اللّٰهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُّوْقِنُوْنَ ࣖ

“Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?”

Hal yang penting lagi di dalam sistem Islam, pemilihan para anggota Majelis Umat/wakil rakyat adalah orang-orang pilihan terbaik dari rakyat dari sisi tsaqofah/keilmuan Islam dan kepribadian Islam yang mereka miliki. Karena para anggota Majelis Umat ini memiliki peran yang penting dalam mewujudkan penerapan syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan.

Amanah yang besar yang harus mereka pertanggungjawabkan sampai di Yaumul Akhirat akan membuat mereka melaksanakan tugas secara sungguh-sungguh. Mereka tidak perlu mengeluarkan dana besar untuk kampanye. Rakyat yang akan memilihnya dengan ikhlas karena ketinggian pemahaman Islamnya. Tidak ada tujuan materi dan kekuasaan, karena tidak ada persekongkolan politik demi kepentingan pengusaha atau golongan tertentu. Aturan-aturan yang dilahirkan semua berasal dari aturan Allah Swt.

Sistem Islam juga membentuk individu- individu yang bertakwa kepada Allah Swt. dan hanya menjadikan akhirat sebagai tujuan hidupnya. Menjadikan halal dan haram sebagai tolok ukur kehidupannya. Menjadikan Islam sebagai standar memilih pemimpin dan wakil-wakilnya untuk menyampaikan aspirasi rakyat. Aktivitas muhasabah lil hukam/mengkoreksi penguasa adalah aktivitas mulia yang selalu dilakukan agar penerapan Islam berjalan dengan sebenarnya. Pemimpin kaum muslim juga akan menerima kritik dan saran para wakil rakyat dengan lapang dada, tidak antikritik dan membungkam aktivitas Majelis Umat.

Penutup

Penerapan sistem Islam sangat kondusif dalam menjaga kesehatan fisik dan mental rakyatnya. Aturan Islam akan membawa keberkahan untuk seluruh alam. Dan tugas seluruh kaum muslim untuk mengembalikan lagi kehidupan Islam dalam bingkai instusi Islam sesuai thoriqoh dakwah Rasulullah saw. Sehingga, kemuliaan dan keberkahan Islam bisa diraih dan dirasakan seluruh alam. Aamiin Yaa Rabbal Alamiin.

Dibaca

Loading

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

Konsultasi