Palestina Menderita, Islam Solusi Nyata

Oleh. Afiyah Rasyad
(Aktivis Peduli Umat)

Sudah lebih lima purnama, Zionis Yahudi terus menyerang Palestina dengan membabibuta. Jalur Gaza berubah menjadi jalur pengantai nyawa dengan serangan bom dan rudal yang tiada hentinya. Dunia seakan menjadi tunadaksa yang tiada guna. Tetangga terdekat Gaza pun memilih diam seribu bahasa.

Palestina Berjuang Sendiri

Betapa banyak muslim yang syahid. Mulai bayi hingga lansia menemui ajalnya di bawah penjajahan Zionis Yahudi. Lebih dari 30.700 warga Palestina syahid dan lebih dari 72.000 orang lainnya terluka akibat kehancuran massal dan krisis bahan pangan (kelaparan). Tak cukup menyerang dengan bom, Zionis Yahudi juga memberlakukan pengepungan yang melumpuhkan Jalur Gaza, sehingga menyebabkan penduduk, khususnya di Gaza utara, berada di ambang kelaparan (Antaranews.com, 8/3/2024).

Kelaparan ekstrem melanda Palestina. Bahkan di bulan suci ini, mereka berpuasa tanpa berbuka ataupun sahur. Semua kalangan dari rakyat Palestina kelaparan, apakah rakyat biasa, paramedis, ataupun ibu hamil mengalami malnutrisi. Masih dari laman yang sama, diberitakan bahwa menjelang Hari Perempuan Internasional, Kementerian Kesehatan Palestina lewat jubirnya Ashraf Al Qudra di Gaza mengatakan bahwa tentara Zionis laknatullah telah membunuh hampir 9.000 perempuan Palestina dalam serangan ke wilayah kantong tersebut.

Muslim Palestina berjuang sendiri mempertahankan tanah suci Baitul Maqdis. Walau beberapa bulan lalu, Afrika Selatan menunjukkan kepedulian dengan menggugat genosida yang dilakukan Zionis Yahudi ke Mahkamah Internasional (ICJ), sepertinya tak ada hasil nyata. Seakan kebal hukum, Zionis Yahudi masih leluasa melanjutkan serangannya. Kian lengkap penderitaan Palestina dengan kelaparan ekstrem, tetapi keimanan mereka tak pernah surut untuk terus mempertahankan negerinya dan menolong agama Allah
ini tak terpengaruh.

Kenapa Dunia Menjadi Tunadaksa

Tak dimungkiri, posisi Palestina sebagai negeri muslim yang ditarget menjadi wilayah kaum Yahudi taka akan pernah aman. Di masa ke khilafahan Islam saja, Palestina pernah disebut oleh kaum salibis yang akhirnya dibebaskan kembali oleh Shalahuddin Al-Ayyubi dalam peristiwa Perang Salib. Apalagi kini tak ada Khilafah, maka tak seorang kepala negara muslim pun yang dengan kerelaan dan dorongan keimanan mengirimkan tentara lengkap dengan logistik perangnya untuk membebaskan Palestina.

Tipudaya Inggris pascaruntuhnya Khilafah berhasil menyusupkan kaum Yahudi ke Palestina. Keberadaan Yahudi kian tak tahu diri hendak merampas Palestina setelah Perang Dunia Kedua yang dimenangkan oleh Amerika Serikat. Hingga kini, AS menjadi negara adidaya dan mengendalikan kondisi perpolitikan suatu negara, termasuk Palestina. Apalagi Zionis Yahudi yang menjadi penjajah di sana adalah anak emasnya.

Ideologi kapitalisme yang diemban AS berhasil mengukuhkan nasionalisme yang diprakarsai Inggris sejak Khilafah Utsamani belum runtuh. Nasionalisme inilah yang kemudian menjadikan dunia tunadaksa seketika karena sekat wilayah teritorial. Selain itu, ketundukan negara pengikut (mayoritas negeri muslim) tak bisa lepas begitu saja pada sang adidaya. Kondisi ini yang kemudian menjadikan Palestina berjuang sendiri melawan kebrutalan Zionis Yahudi.

Islam Solusi Nyata atas Problem Palestina

Saat Islam tak diterapkan oleh kaum muslim dalam bingkai negara, sudah tampak kerusakan dan penderitaan umat manusia bahkan alam semesta. Saat Islam tidak dijadikan sistem kehidupan, kehancuran demi kehancuran dituai. Sesama muslim tak peduli dengan muslim lainnya. Padahal Rasulullah saw. bersabda,

“Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim lainnya, janganlah ia menganiaya saudaranya itu, jangan pula menyerahkannya-kepada musuh. Barang siapa memberikan pertolongan pada hajat saudaranya, Allah selalu memberikan pertolongan pada hajat orang itu. Dan barang siapa melapangkan kepada seseorang muslim akan satu kesusahannya, Allah akan melapangkan untuknya satu kesusahan dari sekian banyak kesusahan pada hari kiamat. Dan barang siapa yang menutupi cela seseorang muslim, Allah akan menutupi celanya pada hari kiamat.” (HR. Muttafaq ‘alaih)

Sudah satu abad kaum muslim tak ada perisai. Individualisme begitu mengakar. Sejatinya, Islam hadir mempersatukan umat manusia dan menjadi rahmat bagi semesta alam. Apa yang menimpa muslim Palestina dan muslim lainnya adalah tanggung jawab muslim seluruh dunia, wabil khusus penguasa muslim. Dalam Islam, ada khalifah yang akan mengomando untuk membebaskan Palestina. Sayang beribu sayang, khalifah belum ada dan negeri muslim terpecah dan berserakan begitu banyaknya.

Dalam Islam, tak akan dibiarkan setengah tanah milik kaum muslim dikuasai oleh orang kafir. Negara akan segera menindak tegas dan mengusir penjajah dari wilayah kaum muslim berdasarkan komando khalifah atau panglima yang diutus khalifah. Jihad adalah solusi nyata membebaskan Palestina.

Hal itu hanya akan terwujud saat Khilafah ala minhajin nubuwwah kembali ada. Sudah seharusnya sebagai muslim yang peduli dengan muslim Palestina memperjuangkan tegaknya kembali Khilafah yang dikabarkan oleh Rasulullah saw. dalam sabdanya,

Dari Nu’man bin Basyir, ia berkata, “Kami sedang duduk di dalam Masjid bersama Nabi saw, –Basyir sendiri adalah seorang laki-laki yang suka mengumpulkan hadits Nabi saw. Lalu, datanglah Abu Tsa’labah al-Khusyaniy seraya berkata, “Wahai Basyir bin Sa’ad, apakah kamu hafal hadits Nabi saw yang berbicara tentang para pemimpin? Hudzaifah menjawab, “Saya hafal khuthbah Nabi saw.” Hudzaifah berkata, Nabi saw bersabda, “Akan datang kepada kalian masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa Kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang kepada kalian, masa raja menggigit (raja yang dzalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa raja diktator (pemaksa); dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian, datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, beliau diam.” (HR. Imam Ahmad)

Mewujudkan Khilafah tentu perlu azam yang kuat, usaha serta doa yang serius dan sungguh-sungguh. Dalam mewujudkan Khilafah perlu pemahaman yang benar tentang Islam, bertindak harus sesuai dengan akidah Islam, serta perlu berdakwah secara intensif dengan berjamaah. Ketika tegak, Khilafah akan menghapus penderitaan Palestina dan muslim lainnya di dunia. Wallaahu a’lam.

Dibaca

Loading

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

Konsultasi