Moderasi Beragama; Serigala Berbulu Domba

Oleh. Naqiyah Nuha

(Muslimah, Santriwati IBS Al-Amri)

Moderasi beragama merupakan cara pandang, sikap, dan perilaku selalu mengambil posisi di tengah-tengah, selalu bertindak adil, dan tidak ekstrem dalam beragama. Hal itu tertulis dalam buku Moderasi Beragama yang diterbitkan Kementerian Agama (2019).

Moderasi beragama merupakan cara Barat untuk melemahkan dan menghancurkan Islam. Karena Barat tahu, Islam adalah ancaman besar bagi peradaban mereka jika bangkit. Karena, Islam adalah satu-satunya agama ideologis yang memiliki aturan untuk setiap hal dan jawaban untuk setiap masalah.

Setelah mencari celah, mereka melabeli Islam dan kaum Muslim yang taat dengan radikal, intoleran, fanatik, teroris, dan lain sebagainya. Ajaran Islam juga dianggap ketinggalan zaman dan tidak sesuai dengan masa modern seperti sekarang, sehingga harus diubah dan disesuaikan dengan zaman.

Ketika propaganda mereka tak berhasil menjatuhkan Islam, tak berhasil membuat kaum Muslim meninggalkan agamanya, maka mereka mencoba cara lain, yaitu dengan menyusupi ajarannya. Mereka mengubah hukum Islam dengan dalih tak sesuai zaman dan menafsirkan dalil dengan cara yang salah.

Sehingga, kaum Muslim terkecoh dan tak merasa bahwa agama mereka telah diobrak-abrik ajaranya. Mereka merasa memeluk Islam yang benar, padahal Islam buatan. Sebagaimana yang dikatakan Snouck Hurgronje, salah satu misionaris perusak Islam di Nusantara, “Jika kita tidak bisa membuat kaum Muslim meninggalkan Islam, maka paling tidak kita membuat mereka meninggalkan ajarannya.”

Di sinilah halusnya Barat merusak kaum Muslim, sehingga yang dirusak pun tak sadar. Ketidaksadaran kaum Muslim ini disebabkan oleh kebodohan mereka terhadap agama. Kaum Muslim tak kenal dengan agama mereka sendiri, bahkan malu dan tak percaya diri. Hal ini pun sebenarnya rekayasa Barat pula.

Maka, kita sebagai seorang Muslim pertama-tama harus sadar bahwa Islam sedang diserang. Ketika sadar bahwa diserang, seseorang pasti ada kecenderungan untuk menyerang balik atau paling tidak mempertahankan diri. Namun, jika kesadaran ini tidak ada? Ya wajar saja kaum Muslim tenang tenang saja sekarang.

Dibaca

Loading

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

Konsultasi