L913T Makin Berani, Negeri Makin Ngeri !

Akhir-akhir ini masalah g4y dan L913T kembali hangat diperbincangkan di dunia maya, terlebih beberapa hari lalu Deddy Corbuzier mengundang RM dan F di podcast-nya. Video yang telah ditonton oleh 5,4 juta kali itu mendapat kecaman keras dari warganet +62, pasalnya podcast kali ini, Deddy terkesan mendukung dan mempromosikan aktivitas L913T di tengah-tengah publik. Akibatnya, muncul penolakan yang keras dari nitizen serta muncul tagar #UnsubscribePodcastDeddy yang menjadi trending topik di twitter.

Deddy memutuskan menurunkan (take down) video tersebut dan meminta maaf kepada warga Indonesia atas kegaduhan yang terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas para L913T sudah semakin berani, terlebih kehidupan pasangan g4y maupun l3sb1 sudah terang-terangan ditampakkan di channel youtube dan tiktok mereka. Tidaklah mengherankan jika aktivitas penyimpangan seksual ini semakin merebak, tak terkecuali di Indonesia. Satu persatu negara Eropa pun sudah “membuka diri” untuk menerima keadaan mereka dan membolehkan pernikahan satu jenis seperti halnya yang sudah terjadi di Jerman.

Di Indonesia sendiri, pengesahan UU TPKS dan Permendikbud PPKS No.30/2021 menjadi 2 pintu legalisasi L913T atas nama HAM. Wacana penerimaan para aktivis L913T di Indonesia sebetulnya bukan hal yang baru. Apalagi L913T tidak hanya didukung oleh sebagian selebritas, namun didukung pula oleh para penjabat tanah air. Zulkifli Hasan menyebutkan ada lima partai di DPR yang mendukung L913T (20/1).

Seluruh bentuk kampanye aktivitas L913T haruslah kita tolak dan waspadai. Sebab, aktivitas tersebut adalah bentuk penyimpangan seksual yang terjadi di masyarakat. Sekalipun mereka mengklaim bahwa hal itu adalah kodrat dan bawaan sejak lahir. Pada faktanya, orientasi seksual sesama jenis ini menimbulkan masalah baru di tengah-tengah masyarakat, di antaranya munculnya penyakit HIV AIDS dan penyakit-penyakit seksual lainnya.

Dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Dewi Inong Irana, memaparkan secara detail tentang bahaya L914T dari sisi psikologi dan kesehatan. Menurut dia, kelompok lelaki seks dengan lelaki (LSL) atau yang dikenal sebagai L913T, 60 kali lipat lebih mudah tertular HIV-AIDS dan penularan yang paling mudah melalui dubur (22/01).

Belum lagi ancaman turunnya demografi penduduk dunia jika aktivitas L913T ini terus berlanjut. Merebaknya kasus L913T disebabkan penerapan kapitalisme-sekularisme yang mengagungkan kebebasan dan hak asasi manusia tanpa mempertimbangkan pandangan norma dan agama. Aktivitas ini tidak akan hilang kecuali dengan dihilangkannya sistem sekularisme dan kembali kepada syariat Islam.

Islam secara tegas melarang aktivitas L913T karena merupakan sikap menyimpang, abnormal, dan haram dilakukan bagi siapa pun. Maka, syariat Islam sebagai pedoman hidup umat manusia memberikan solusi atas penyimpangan seksual ini, antara lain:

Pertama, negara melakukan pembinaan kepada individu dan masyarakat agar tetap menjaga ketakwaan dan keimanan, sehingga terhindar dari perilaku menyimpang dan maksiat.

Kedua, negara dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk melaksanakan aktivitas amar makruf nahi mungkar ketika terjadi penyimpangan termasuk L913T di dalam kehidupan masyarakat.

Ketiga, negara memberikan sanksi hukuman mati kepada siapa saja yang melakukan aktivitas L913T ini dan memberikan efek jera kepada siapa saja yang hendak melakukannya. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw, “Siapa saja yang menjumpai orang yang melakukan perbuatan homoseksual seperti yang dilakukan kaum Nabi Luth maka bunuhlah pelaku dan objeknya.” (HR. Ahmad)

Dengan tiga aktivitas ini, secara masif Islam akan mampu memberantas perilaku L913T sampai ke akar-akarnya. Hal ini tidak mungkin terlaksana kecuali dengan negara yang melaksanakan hukum-hukum Islam.

Iis Nawati, S.Pd.
Cianjur

Dibaca

 15 total views,  1 views today

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

Artikel Terbaru

Konsultasi