Krisis Afghanistan, Butuh Penerapan Islam

Ketidakstabilan ekonomi dan politik menjerumuskan Afghanistan ke jurang kemiskinan. Anak-anak Afghanistan bermain di lingkungan miskin tempat ratusan pengungsi internal dari bagian timur, mereka telah tinggal selama bertahun-tahun di kabul. Dilansir dari Republika.co.id, krisis kemanusiaan di Afghanistan kini kian mencekik rakyatnya karena situasi ekonomi dan politik yang tak menentu. Terlebih menyusul runtuhnya pemerintahan sebelumnya. Jutaan warga Afghanistan telah mengungsi dan meninggalkan negara itu karena perubahan rezim dan keraguan seputar situasi tersebut.

Sebelum Taliban mengambil alih, situasi ekonomi di Afghanistan sangat lemah. Bank Dunia menggambarkan negara ini sebagai sebuah negara yang dibentuk oleh kerapuhan dan ketergantungan bantuan.

Sebanyak 75% pendapatan pemerintah Afghanistan diberikan oleh lembaga internasional dan Amerika Serikat (AS).
Perekonomian Afghanistan terus di ambang kehancuran, terutama setelah Taliban mengambil alih pemerintahan sekitar 15 Agustus lalu, dua pekan sebelum AS mengakhiri misinya selama dua dekade terakhir (15/8).

Sebelum dikuasai Taliban, Afghanistan memang menyimpan aset miliaran dolar di bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, dan beberapa bank sentral di Eropa. Situasi ekonomi negara itu semakin kacau sejak Taliban berkuasa. Banyak bantuan dan pendanaan yang seharusnya mengalir ke Afghanistan dihentikan. Hal tersebut menghadirkan ancaman kolaps.

Intervensi dan ide-ide Barat adalah pangkal dari masalah yang dihadapi oleh Afghanistan, ditambah masuknya Taliban dengan aturan-aturan yang mengekang. Inilah bukti ketiadaan pemimpin ummat Islam. Hal ini menjadi bukti bahwa perjuangan Taliban menerapkan Islam, tapi tidak sesuai dengan thariqah dan manhaj nubuwwah, maka akan gagal.

Oleh. Hilyatil Zilfa Najmi

Dibaca

 66 total views,  1 views today

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

Artikel Terbaru

Konsultasi