Kapitalisme Menggerus Fitrah Ibu

Oleh. Puji Yuli
(Kontributor MazayaPost.com)

Anak merupakan buah hati yang butuh perhatian dan kasih sayang dari orang tua, terlebih kasih sayang ibu merupakan bagian penting bagi tumbuh kembang anak. Sosok ibu begitu berperan aktif sebagai sosok teladan bagi anak dalam bertingkah laku. Di mana ibu adalah sosok pendidik utama bagi anak dalam keluarga selain ayah.

Seperti sepenggal lagu, “Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa.” Makanya perempuan itu harus mengetahui tugas dan fungsinya dalam keluarga, yaitu sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. Apa jadinya anak-anak yang kurang mendapatkan kasi sayang dari orang tua khususnya ibu. Tentunya tumbuh kembang anak menjadi kurang sempurna kalau sang ibu justru bertindak kekerasan ataupun pelecehan terhadap anaknya.

Patut dipertanyakan, kenapa naluri seorang perempuan dan juga fitrah keibuan tergerus? Apalagi sang ibu rela melakukan pelecehan terhadap anak kandungnya hanya demi mendapatkan uang. Apa jadinya karakter anak-anak negeri ini di masa depan dengan kondisi ini?

Sebagaimana kasus pembuatan video vulgar bersama anak kandung marak akhir-akhir ini. Sejauh ini, total ada dua ibu muda yang ditetapkan sebagai tersangka. Adapun, mereka adalah AK (26) dan R (22). Kepada polisi, mereka mengaku nekat melakukan hal itu karena terpedaya iming-iming dari teman Facebook atas nama Icha Shakila. Terkait hal ini, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menghimbau kepada masyarakat untuk lebih bijak pada saat menggunakan media sosial (liputan6.com, 9/6/2024).

Peristiwa ini terjadi di negeri ini yang menggunakan sekularisme dan kapitalisme dalam aspek pendidikan maupun dalam lingkungan sosial masyarakat. Sehingga, sistem tersebut menggerus fitrah keibuan. Kasus pelecehan anak akan terus berulang.

Peristiwa ini menegaskan bahwa pendidikan keluarga yang berbasis pada sekularisme dan kapitalisme itu bisa membuat seorang ibu kehilangan fitrahnya. Terlebih lagi uang menjadi pilihan saat pemenuhan kebutuhan hidup dan kesejahteraan kurang menjadi prioritas negara.

Hal ini mencerminkan bahwa kapitalisme dan sekularisme menjadi faktor utama seorang wanita kehilangan fitrahnya sebagai ibu. Kasus pelecehan anak ini akan terus terjadi. Apalagi, seorang wanita dalam kapitalisme sekuler itu kurang adanya kesiapan secara fisik juga psikis untuk mengemban amanah sebagai seorang ibu. Padahal, ibu merupakan bagian penting dalam pendidikan anak untuk meraih kesuksesan dunia akhirat.

Islam memiliki sistem pendidikan yang handal dalam menyiapkan manusia berperan sesuai fitrah. Islam menggambarkan betapa pentingnya peran ibu bagi anak-anak untuk menjadi sosok teladan dalam keluarga dan masyarakat. Pendidikan dalam keluarga pun harus berlandaskan pada ketakwaan sesuai Al-Qur’an. Sehingga harapannya, seorang ibu bisa menjalankan fungsinya sesuai fitrah dalam keluarga dan masyarakat, khususnya dalam kasih sayang dan pendidikan kepada anak anaknya. Tujuannya agar tercipta generasi muda yang berakhlakul karimah dan berprestasi dunia akhirat. Wallahualam.

Dibaca

Loading

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

Konsultasi