Jalan Tengah Bikin Terperangah

Oleh. Faliha Alwiya
(Siswi SMPIT Al-Amri)

Tahun 2021 akan segera berakhir, hanya menunggu hitungan hari. Namun jika kita membahas kejadian-kejadian di tahun 2021 ini amatlah banyak, mulai dari kekayaan alam yang diambil alih oleh asing, krisis ekonomi, korupsi, moral masyarakat tak terkendali, mutu pendidikan rendah, maraknya kriminalitas, kekerasan terhadap perempuan, dan lain sebagainya. Di tengah berbagai kekacauan ini, umat malah diajak melakukan moderasi beragama.

Definisi moderasi beragama adalah cara pandang terkait proses memahami dan mengamalkan ajaran agama agar dalam melaksanakannya selalu dalam jalur yang moderat (tidak berlebih lebihan). Moderasi beragama ini dibuat oleh orang Barat untuk merusak dan melemahkan Islam. Semua agama itu sama adalah suatu ide dari Barat agar ummat Islam bertoleransi pada semua agama.

Mereka juga menganggap bahwa ini adalah kebebasan berekspresi untuk mengurangi kekerasan atau menghindari keekstreman dalam cara pandang, sikap, dan praktik beragama. Bahkan di Amerika Serikat, terdapat lembaga penelitian yang bernama Rand Corporation yang di dalamnya membahas tentang bagaimana cara menghancurkan ummat Islam lewat ide-ide mereka.

Kata “moderat” dengan “Islam” tak akan bisa disatukan dan disetarakan. Karena, moderat merupakan jalan tengah dari solusi beragama. Sedangkan Islam adalah agama yang diharuskan bagi ummatnya untuk mematuhi ajarannya secara keseluruhan. Tapi, makna moderat ini diadopsi oleh pembuat kebijakan di negeri ini, lalu dikemas menjadi seislami mungkin agar tak ada partentangan dari ummat Islam. Tujuan mereka adalah menghambat penegakan Islam kaffah. Mereka takut bila Islam tegak di muka bumi ini akan berjaya dan mengganggu ide-ide mereka.

Tidak hanya itu, Barat berusaha memecah belah kaum Muslim. Mereka membuat pengklasifikasian umat Islam menjadi banyak kelompok yang dibatasi oleh sekat negara agar menjadi lemah dan untuk menghalangi terwujudnya persatuan ummat. Jika umat Islam terpecah belah, maka akan mudah untuk dijajah juga dihancurkan.

Namun hingga saat ini, masih ada saja umat Islam yang menganggap moderasi beragama ini adalah solusi. Sebagian dari mereka salah memahami akar masalah. Moderasi ini merupakan produk Barat yang dengan pintar membodohi ummat Islam dengan kata-kata manisnya. Mereka tak tampak bila akan melakukan niat jahat di balik itu.

Barat juga sering membuat permasalahan seperti terorisme dan akhirnya yang dituduh adalah ummat Islam.Jadi, ummat Islam sendiri saat ini sering menjadikan agamanya sebagai tertuduh. Hal tersebut karena kurang pahamnya mereka atas ulah tersembunyi para penjahat Barat.

Arus moderasi beragama ini merupakan perang peradaban, antara peradaban Barat dengan peradaban Islam. Orang Barat selalu mencari cara agar Islam bisa mereka kuasai dan menjadi musnah. Dengan cara ide moderasi ini dibuat menjadi soft dan samar. Tidak seperti dahulu, ketika Barat menyerang secara terang-terangan, maka orang Islam akan langsung marah. Itu yang menurut mereka akan membuat ummat Islam semakin kuat.

Untuk mengatasi masalah ini, hanya ada di aturan Islam. Kaum Muslim jangan mau disusupi racun transparan dari Barat. Maka dari itu, kaum Muslim harus jeli dalam mencerna suatu hidangan yang diberikan mereka terhadap kita. Jangan sampai tertipu oleh fatamorgana yang mereka buat. Bayangkan saja jika semua ummat Islam tak tau dan mengikuti arus mereka, ini akan menjadi sangat berbahaya. Maka dari itu, perbanyak menggali ilmu agar bisa mengalahkan ide sesat mereka.

Respon kita adalah minimal mengaruskan Islam kaffah (menyeluruh) di tengah masyarakat, mendakwahkan ajaran Islam yang merupakan solusi bagi semua permasalahan ummat saat ini. Bila pemerintahan Islam tegak, maka akan mengembaikan kekayaan alam yang hilang bagi rakyatnya, menghapus korupsi dari akarnya, hukum politik aman, korupsi diberantas habis, hukuman tegas bagi pelaku kriminalitas dan lain sebagainya. Maka, berislamlah dengan keseluruhan.

Dibaca

 46 total views,  1 views today

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

Artikel Terbaru

Konsultasi