Islam Kedok Terorisme?

Oleh: Hanny Purwanti

Belum lama ini, ramai dijagat media diketahui seorang perempuan yang menggunakan cadar diduga akan menerobos istana dengan membawa sebuah senpi ilegal. Menurut keterangan polisi menyatakan bahwa perempuan berusia 24 tahun itu “menguasai senjata api secara ilegal.” Dia kini sudah ditahan polisi. “Kami konstruksikan dengan UU Darurat Tahun 1951 tentang Penguasaan Senpi Ilegal,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi, dalam jumpa pers, Rabu sore (26/10).

Keterangan polisi menyebut SE mencoba menodongkan pistol jenis FN ke arah salah seorang Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Upaya ini kemudian berhasil digagalkan (BBC News Indonesia, 26/10/2022).

Terulang kembali, Islam dan kelompok yang ditiduh radikal dinyatakan sebagai teroris. Padahal, ada beberapa kejanggalan dalam penangkapan pelaku tersebut. Penangkapan iti bak drama yang sedang dimainkan seorang aktor.

Bukankkah saat ini negara kita sedang berkecamuk dengan kasus pembunuhan oleh FS. Ada juga Kasus kejuruhan dan banyak kasus korupsinya lain yang belum terselesaikan.
Benarkah kasus seorang wanita yang menerobos masuk istana adalah terorisme atau hanya sebagai kedok terorisme untuk pengalihan sebuah isu dan embusan angin bagi para islamofobia untuk lebih takut lagi dan membenci Islam.

Tentunya banyak hal yang perlu kita pahami bersama, kita telaah bersama menurut pandangan Islam, bahwa Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan hingga hilangnya sebuah nyawa. Sebagaimana firman Allaj dalam surah Al-Ma’idah ayat 32:

مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا ۚ وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنَاتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ بَعْدَ ذَٰلِكَ فِي الْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ

“Oleh karena itu, Kami menetapkan atas kaumnya bahwa barangsiapa yang membunuh satu jiwa, bukan karena jiwa yang lain, atau karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka para rasul Kami dengan keterangan-keterangan yang jelas, kemudian sesungguhnya banyak di antara mereka sesudah itu melampaui batas di muka bumi.”

Allah mengutus Rasulullah dengan mukjizat Al-Qur’an dan mengajarkan Islam semata-mata menjadi rahmat bagi seluruh alam. Allah berfirman:

وَ ما اَرْسَلْناکَ اِلاَّ رَحْمَهً لِلْعالَمِینَ

“Dan tiadalah Kami mengutusmu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS Al-Anbiya: 107)

وَ اِنَّهُ لَهُدىً وَ رَحْمَهٌ لِلْمُؤْمِنینَ

“Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS Al-Naml: 77)

Islam tidak pernah mengajarkan melukai dan bahkan membunuh suatu kaum tanpa sebab. Allah membuat larangan itu bagi seluruh kaum muslim, baik kelompok HTI ataupun kelompok ormas Islam lainnya karena Islam adalah agama kasih sayang dan agama rahmat bagi manusia. Islam juga merupakan solusi dari problem umat, Islam dan kaum muslim bukan terorisme.

Wallahu a’lam bishowab.

Dibaca

Loading

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

Konsultasi