Harga Minyak Goreng Mencekik Rakyat

Oleh. Zaskia Rifky An-Nadia

Beberapa bulan terakhir ini, masyarakat masih dihebohkan oleh fenomena harga minyak goreng yang tidak kunjung turun. Namun, tampaknya pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan baru untuk masalah minyak goreng ini. Menteri Perdagangan, Lutfi mengatakan bahwa per 1 Februari 2022 pemerintah akan menetapkan batas harga agar lebih terjangkau oleh masyarakat.

“Tapi, mulai 1 Februari 2022 karena harga CPO (Crude Palm Oil) sudah ditetapkan dan bahan bakunya sudah diturunkan (harganya) melalui DPO, maka dalam hal ini pembayaran selisih harga dari harga keekonomian ke harga HET tidak lagi diperlukan. Jadi, BPDPKS tak perlu lagi siapkan anggarannya,” tuturnya.

Tapi faktanya, kebanyakan masyarakat masih mengeluhkan bahwa harga minyak goreng murah sulit ditemukan. Para pedagang sembako pun mengatakan bahwa harga minyak goreng yang mereka jual rata-rata adalah 20 ribu per liter. Diduga karena minyak goreng mahal itu belum juga laku. Dan lagi, mereka belum mendapat pasokan minyak goreng murah.

Dapat kita lihat bahwa harga minyak goreng yang dikatakan murah itu hanyalah sebuah isu belaka. Karena nyatanya, barang yang dimaksud itu masih langka di pasaran. Pemerintah sudah angkat tangan atas permasalahan ini. Mereka menganggap perannya dicukupukan dengan penetapan HET tanpa mempedulikan apakah itu sudah cukup untuk menjadi solusi.

Inilah yang terjadi jika sebuah negara menerapkan ideologi kapitalisme. Ideologi yang peraturannya dibuat oleh manusia yang akalnya terbatas. Tentu saja, peraturan itu hanya akan menguntungkan pembuatnya dan merugikan masyarakat. Bisa dibuktikan dengan yang terjadi di negeri kita. Pihak yang dirugikan selalu rakyat biasa. Mereka yang punya uang akan berkuasa.

Jadi, benarlah perkataan bahwa di negeri kapitalis, yang kaya tambah kaya, yang miskin tambah miskin. Karena, pemerintahan ala kapitalis menggunakan asas manfaat. Pemerintah akan menetapkan kebijakan yang dianggapnya bermanfaat bagi diri mereka sendiri, bukan bagi rakyatnya. Lantas, apa yang masih kita harapkan dari sistem kapitalisme ini?

Sistem yang hanya memberikan kesengsaraan bagi rakyatnya. Tidak ada yang namanya rakyat hidup sejahtera di sistem kapitalis ini. Ketidakadilan pun kerap terjadi. Seorang kakek tua yang mencuri singkong karena lapar diadili sedemikian rupa. Sedangkan, para penguasa yang melakukan korupsi masih berkeliaran bebas di luar sana. Masih layakkah sistem ini diterapkan di negeri kita?

Sejatinya, hanya ideologi Islamlah yang pantas untuk diemban sebuah negara. Satu-satunya ideologi yang juga merupakan agama. Dengan ideologi Islam, tidak ada yang namanya kedzoliman. Kesejahteraan rakyat adalah tujuan bagi penguasanya. Apabila ada rakyat yang membutuhkan bahan pangan, pemimpinnya sendiri yang akan turun tangan untuk menangani permasalahan itu.

Seperti yang terjadi saat masa kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab. Pada malam hari, sang khalifah sempatkan waktu untuk mengelilingi rumah-rumah rakyatnya. Beliau memastikan bahwa rakyatnya tidak ada yang kelaparan. Apabila ada rakyatnya yang kelaparan, beliau sendiri yang memanggul bahan pangan untuk rakyatnya.

Hal yang khalifah lakukan itu bukan hanya untuk terlihat baik di depan rakyatnya semata. Melainkan, karena beliau merasa bahwa itu adalah tugasnya sebagai seorang khalifah. Bandingkan dengan penguasa di sistem kapitalisme. Mereka mengeluarkan segala macam janji manis dalam kampanye agar terpilih. Nyatanya setelah terpilih, adakah janji yang mereka tepati?

Para penguasa kapitalis berlomba-lomba untuk melakukan kampanye besar-besaran agar terpilih menjadi presiden, gubernur, dan lain sebagainya. Setelah terpilih, mereka merasa bahwa tujuannya untuk menjadi penguasa sudah tercapai. Tanpa memikirkan bahwa ada tugas yang mereka panggul untuk menyejahterakan rakyat.

Lain halnya dengan penguasa Islam. Saat terpilih menjadi khalifah, mereka justru menangis. Mereka merasa bahwa tugas berat akan menanti yaitu menyejahterakan rakyat. Mereka akan berusaha untuk menjadi sebaik-sebaiknya pemimpin agar mendapat ridho Allah SWT. Hukum yang diterapkan pun akan didasarkan pada syariat Allah SWT. bukan atas kemauannya sendiri. Bukankah hidup kita semua akan sangat tentram di bawah naungan sistem Islam?

“Sesungguhnya agama yang diridhoi di sisi Allah ialah Islam.” (QS Ali Imran: 19)

Untuk itu, sudah saatnya kita mengubah sistem yang kufur ini dengan sistem yang akan membawa keberkahan bagi para penganutnya. Islam rahmatan lil ‘alamin.

Dibaca

 38 total views,  1 views today

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

Artikel Terbaru

Konsultasi