Golden Visa Tidak Menguntungkan Rakyat Biasa

Sri Wahyuni
(Ibu Peduli Negeri)

Pemerintah mengesahkan aturan golden visa yang menyasar investor asing untuk menanamkan modal mereka di Tanah Air, baik secara korporasi maupun individual. Dalam aturan tersebut, pemerintah dapat memberikan izin tinggal hingga maksimal satu dekade (3/9).

Sangat miris! Kebijakan golden visa yang santer diberitakan di kanal media menunjukkan bahwa negeri kita semakin jauh dari kata mandiri. Kebaikan ini sejatinya akan menjadikan perekonomian negara ini sangat bergantung pada investasi selain hutang.
Padahal negara ini sangat kaya SDA yang mampu memiliki kemandirian ekonomi. Namun, lagi-lagi negara membiarkan SDA di negeri ini dikelola dan direngut keuntungannya oleh asing.

Selain itu, kebijakan ini juga menampakkan perlakuan istimewa negara terhadap warga negara asing yang ingin berinvestasi di negeri ini dengan dalih memajukan perekonomian negara.
Padahal, kebijakan ini adalah kebijakan yang tidak adil dan diskriminatif bagi rakyat, serta menguntungkan sebagian pihak. Mengingat orang yang mempunyai uang dalam jumlah banyaklah yang mendapatkan hak eksklusif untuk tinggal bekerja dan melakukan usaha di suatu negara.

Sementara rakyat di negeri sendiri yang tidak mempunyai modal usaha dipersempit lapangan pekerjaannya. Sehinggah rakyat selalu jadi korban atas keserakahan para pemilik modal. Semakin terang slogan “yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin”. Inilah gambaran negara dalam sistem demokrasi kapitalis yang terus-menerus mengabaikan kepentingan dan urusan rakyatnya.

Berbeda dengan sistem Islam yang diterapkan dalam institusi negara khilafah, Islam memiliki aturan dalam mengatur investasi asing yang jadi bagian dari politik luar negeri negara khilafah.
Islam membolehkan investasi asing dengan syarat yang sangat ketat.
Islam juga mengharuskan negara membuat kebijakan yang memberikan kemudahan rakyatnya untuk meningkatkan perekonomian rakyat dan menjamin kesejahteraan rakyat. Hanya penerapan Islamlah yang menjamin terwujudnya kebaikan dan keberkahan hidup sepuruh umat manusia.

 

Dibaca

Loading

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

Konsultasi