Gaza Membara, Khilafah Solusinya


Oleh: Yasmin Yulidesni

Serangan zionis Yahudi terhadap Palestina benar-benar membabi buta. Bukan hanya pejuang Palestina, tetapi warga sipil, anak-anak, perempuan, tenaga medis, jurnalis, bahkan rombongan pengungsi pun dihadang secara brutal. Jumlah korban terbunuh telah mencapai 7.028 orang. Dan 60 persen diantaranya adalah perempuan dan anak-anak (CNNIndonesia, 28/10/2023).

Jumlah bom yang dijatuhkan agresor Yahudi mencapai 6 ribu bom dengan berat total 4 ribu ton. Bom yang digunakan militer Israil juga termasuk bom fosfor putih yang telah dilarang penggunaannya di Medan perang, karena efeknya yang.luar biasa kepada korban. Tidak mengherankan tubuh warga Palestina tercerai berai. Ada kaki yang terpisah dengan badan, kepala yang tampah raga, dan mata para korban yang sudah tidak lagi sempurna.

Tidak cukup sampai disitu, kaum Yahudi juga menghancurkan fasilitas umum seperti air bersih, pemadaman listrik dan pemutusan hubungan internet. Jeritan anak-anak yang menangisi kedua orangtuanya, ibu-ibu yang berusaha sabar menerima kehilangan anak dan suaminya, dan bapak-bapak yang sudah pasrah atas ketidakmampuannya melindungi anak dan istrinya. Sungguh sangat memilukan.

Sementara pernyataan Yahudi tentang kekejaman Hamas, sungguh adalah hoaks semata, tidak terbukti. Pernyataan mereka hanyalah untuk menutupi kekejaman mereka terhadap warga Palestina, yang semakin hari semakin menderita. Kedustaan mereka tentang tanah Palestina adalah milik mereka, hanyalah kedustaan besar sebagai dalih bahwa mereka hendak merebut apa yang tidak menjadi milik mereka. Karena tidak satupun ayat dalam kitab suci terdahulu, apalagi dalam Al Qur’an, yang menyatakan bahwa Palestina sebagai tanah yang dijanjikan untuk mereka.

Jika kekejaman warga zionis Yahudi atas Palestina sudah begitu dahsyatnya, lalu apa yang bisa kita lakukan sebagai umat muslim di seluruh dunia? Bukankah umat muslim itu bagaikan satu tubuh? Saudara kita menderita, kita hanya mampu menyaksikan dari jauh sambil berdo’a. Efektifkah? Tentu yang tak kalah pentingnya adalah, pertanyaan kita kepada para pemimpin negeri-negeri muslim diseluruh dunia, dimana mereka? Dan apa yang sudah mereka lakukan?

Wahai pemimpin negeri-negeri Islam , syari’at Islam telah mewajibkan jihad fi sabilillah atas kaum muslim, ketika mereka diperangi oleh musuh, sebagaimana firman Allah dalam surah Al Baqarah ayat 194,

“Siapa saja yang memerangi kalian, seranglah dia seimbang dengan serangannya terhadap kalian”.

Begitu juga qodhi Syaikh Taqiyudin An-Nabhani rahomahullah, dalam kitab Asy-Syakhsiyyah al-Islamiyyah jilid 2 menuturkan bahwa, jihad adalah fardhu ‘ain jika kaum muslim diserang oleh musuh. Fardhu ‘ain ini bukan hanya berlaku bagi kaum muslim Palestina, tetapi juga bagi kaum muslim di sekitar wilayah Palestina khususnya, tetapi juga warga muslim negeri muslim dunia pada umumnya.

Andaikan saja pemimpin negeri-negeri muslim mengirimkan tentaranya ke Palestina untuk mengusir zionis Yahudi sampai mereka benar-benar terusir dari sana, tentu suatu keniscayaan warga Palestina akan terlepas dari belenggu penjajah Israel laknatullah. Apalagi, kekuatan militer negeri-negeri muslim di sekitar wilayah Palestina lebih besar dibandingkan Yahudi. Pasukan pertahanan Yahudi (IDF), yang hanya berjumlah 160.500 orang, 1.300 tank. Sedangkan kekuatan militer Mesir adalah 450.000 personel militer aktif, dengan tank perang 2,16 ribu dan 5,7 ribu kendaraan perang. Apalagi jika negeri-negeri muslim bersatu, tentu dengan izin Allah Swt. kekuatan Yahudi akan hancur lebur.

Hanya saja dengan melihat realitas politik saat ini, tidak mungkin kaum muslim berharap kepada para pemimpin negeri-negeri muslim. Apalagi berharap kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Justru, PBB juga terlibat dalam kelahiran dan pengakuan negara Yahudi tersebut. Termasuk negara-negara Barat, karena mereka baik Amerika Serikat maupun Eropa mendukung kaum Yahudi penjajah. Disamping  mengerahkan bantuan militer, Amerika Serikat juga menggelontorkan USD 3,8 miliar (lebih dari 54 triliyun) untuk keperluan militer.

Untuk itu, kekuatan yang bisa membebaskan warga Gaza dari kebiadaban zionis Yahudi hanyalah dengan kekuatan adidaya, yakni Khilafah. Khilafah adalah perisai umat . Dengan Khilafah, harta, darah dan jiwa kaum muslim akan terlindungi.

Wallahu a’lam bish shawwab.

Dibaca

Loading

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

Konsultasi