BBM Melangit, Harga Tiket Kapal Cepat Baubau-Raha-Kendari Ikut Melejit

Oleh: Asma Sulistiawati (Pegiat Literasi)

Harga tiket kapal pelayaran rute Baubau-Raha-Kendari bakal meningkat sebesar 25 persen usai penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM), sebut PT Pelayaran Dharma Indah Baubau, Sulawesi Tenggara, yang merupakan perusahaan pelayaran kapal. Kepala Cabang PT Pelayaran Dharma Indah Baubau, Ishak Musaid melalui telepon di Baubau, Ahad, mengatakan meski penyesuaian harga BBM sudah diumumkan pada Sabtu (3/9), namun pihaknya baru akan melakukan penyesuaian harga tiket pada Senin (5/9).

Harga tiket terbaru tujuan Baubau-Raha kelas eksekutif dewasa sebesar Rp184 ribu, eksekutif anak Rp124 ribu, VIP dewasa Rp267 ribu, dan kelas VIP anak sebesar Rp187 ribu. Sementara tujuan Baubau-Kendari untuk kelas eksekutif dewasa sebesar Rp247 ribu, eksekutif anak Rp177 ribu, VIP dewasa Rp327 ribu, dan kelas VIP anak sebesar Rp212 ribu.

Sedangkan harga tiket sebelumnya tujuan Baubau-Raha kelas eksekutif dewasa sebesar Rp147 ribu, eksekutif anak Rp108 ribu, VIP dewasa Rp189 ribu, dan kelas VIP anak sebesar Rp139 ribu. Kemudian, harga tiket sebelumnya rute Baubau-Kendari kelas eksekutif dewasa sebesar Rp197 ribu, eksekutif anak Rp143 ribu, VIP dewasa Rp263 ribu, dan kelas VIP anak sebesar Rp189 ribu. Harga tiket tersebut sudah termasuk dengan pas masuk pelabuhan dan administrasi (sultra.antaranews.com, 5/9/2022).

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di tanah air menjadi topik yang meresahkan. Bagaimana tidak, kenaikan harga BBM hingga 35 persen tersebut dipastikan akan berefek pada kenaikan harga barang-barang dan jasa lain.

Naiknya harga BBM pasti akan berimbas ke semua sektor kehidupan manusia. Sebab, BBM adalah sumber energi utama dalam menjalankan aktivitasnya. Seharusnya harga BBM bisa dijangkau oleh seluruh rakyat, sehingga akan berimbas kepada besaran tarif transportasi yang akan dipergunakan oleh rakyat. Transportasi umum juga menjadi salah satu fasilitas publik yang semestinya disediakan oleh Negara.

Namun, dalam sistem kapitalis liberal, segala bentuk fasilitas umum tidak diberikan cuma-cuma kepada rakyat, melainkan akan ditarik biaya sebagai bentuk pemeliharaan dan biaya operasionalnya. Kapitalisme memandang bahwa negara bukanlah penjamin kebutuhan rakyat.

Berbeda dengan.sistem Islam. Dalam Islam, transportasi adalah fasilitas publik yang diatur penggunaannya oleh negara agar bisa dinikmati oleh rakyat. oleh karenanya, negara tidak memungut biaya atas fasilitas umum tersebut, termasuk transportasi publik.

Disadari atau tidak, inilah salah satu efek yang dirasakan masyarakat dari kenaikan harga BBM yang diputuskan pemerintah. Masyarakat benar-benar harus menerima kenyataan pahit karena pengeluaran mereka yang akan semakin membengkak ketika harus pulang kampung atau sebaliknya dengan kenaikan tarif tiket pelayaran tersebut.

Namun, kondisi pahit yang dirasakan masyarakat ini dengan kenaikan tarif transportasi umum, tidak berlaku bagi pemangku kebijakan dalam sistem kapitalisme. Karena, perkara seperti ini adalah perkara yang wajar terjadi bagi mereka.

Mahalnya biaya transportasi dalam sistem ini sebenarnya bukan saja disebabkan karena harga BBM yang naik, akan tetapi dipengaruhi juga dengan tata kelola yang salah. Sistem kapitalisme yang menjalankan konsep kebebasan kepemilikan telah memberikan kebebasan pada individu –individu atau suatu kelompok untuk bisa memiliki apapun. Alhasil, kepemilikan fasilitas umum termasuk transportasi boleh untuk dimiliki atau dikuasai oleh korporasi. Dari Konsep tersebut, maka secara otomatis negara menjadikan transportasi publik mempunyai fungsi bisnis untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Akhirnya, bukan lagi bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada rakyat, akan tetapi bagaimana meningkatkan pendapatan para kapital.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan Islam. Sebab, Islam memandang bahwa transportasi laut adalah salah satu kebutuhan umum yang menjadi kebutuhan dasar manusia. Oleh karenanya, semua yang termasuk fasilitas umum dilarang untuk dikomersialkan, apa pun alasannya. Negara dalam Islam berwenang penuh dan bertanggung jawab langsung memenuhi kebutuhan umum, khususnya pemenuhan kebutuhan transportasi umum yang aman, nyaman, berkualitas, serta murah bahkan bisa gratis.

Ini adalah bagian pelayanan negara atau pemerintah kepada rakyatnya. Dengan penerapan sistem Islam, maka kesejahteraan akan dirasakan oleh seluruh rakyat bukan saja dalam bidang transportasi laut, akan tetapi semua aspek kehidupan.

Wallahu a’lam.

Dibaca

 31 total views,  2 views today

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Artikel Terbaru

Konsultasi