Al-Qur’an sebagai Way of Life


Oleh. Yulweri Vovi Safitria

Jalan hidup setiap orang akan dipengaruhi oleh keyakinan yang ia imani atau akidah yang dimilikinya. Jika dia seorang muslim, sudah barang tentu akidah Islam menjadi tolok ukur dalam berbuat dan sebagai petunjuk tentang orientasi hidupnya, yang akan melahirkan ketenangan dan ketentraman.

Ketika orientasi hidup seseorang adalah dunia, maka mereka akan menjadi manusia yang merugi. Waktunya habis karena memikirkan urusan duniawi. Lelah fisik dan jiwa karena mengejar dunia, hingga lupa diri, dan semakin jauh dari aturan Ilahi. Namun, bagi mereka yang orientasi hidupnya adalah akhirat, dengan tidak pula meninggalkan urusan dunianya, maka mereka akan bahagia, baik di dunia maupun di akhirat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:

“… Di antara manusia ada orang yang berdoa, ‘Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia,’ dan tiadalah baginya kebahagiaan (yang menyenangkan) di akhirat. Dan di antara mereka, ada orang yang berdoa, ‘Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS Al-Baqarah: 200-201)

Setiap manusia memiliki konsekuensi atas pilihan hidupnya. Maka, bersyukurlah orang-orang yang orientasi hidupnya untuk kebaikan akhirat. Mereka hidup dalam kemuliaan dan keberkahan, sebab hidup mereka selalu terikat dengan syarak. Seluruh perbuatan mereka diatur berdasarkan perintah dan larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang dilandasi oleh kesadaran akan hubungannya dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, mulai dari hal kecil hingga hal besar, dan erkait halal dan haram.

Bagi seorang muslim, makan atau minum tidak sekadar untuk melepaskan rasa lapar dan rasa haus, tetapi makan dan minum adalah untuk menguatkan fisiknya agar tubuhnya kuat untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Saat seorang muslim menuntut ilmu, maka ilmunya bukan untuk gaya-gayaan, atau pamer kepada khalayak dengan deretan titel dan gelar yang ia miliki. Menuntut ilmu bukan pula untuk memudahkannya mendapatkan pekerjaan. Melainkan dengan niat untuk memenuhi perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala, yaitu dalam rangka mengharap rida-Nya, mensyukuri nikmat akal, menghidupkan agama, mencerdaskan dan menghilangkan kebodohan, serta dalam rangka menyiarkan Islam.

Begitu pula jika seorang muslim bekerja. Ia bekerja dalam rangka ibadah, untuk mencari nafkah agar terpenuhi kebutuhan keluarga, memudahkannya untuk bersedekah, dan semata-mata untuk mencari rida Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Oleh sebab itu, penting untuk menentukan orientasi hidup kita, cek diri kita. Sebagai seorang mukmin, apakah orientasi hidup kita sudah sesuai syarak atau sebaliknya. Apakah orientasi hidup kita adalah dunia yang penuh tipu daya ini ataukah untuk akhirat yang kekal abadi.

Rasulullah salallahu alaihi wa sallambersabda, “Barang siapa tujuan hidupnya adalah dunia, Allah akan mencerai-beraikan urusannya. Menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya. Barang siapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allah akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina.” (HR. Ahmad)

Seseorang yang orientasi hidupnya adalah dunia, maka ia akan selalu merasa kurang, tidak pernah merasa cukup dengan apa yang ia punya, ia hanya mendapatkan apa yang ia inginkan untuk urusan dunia. Jauh dari keberkahan. Fisiknya sakit, meski jasadnya terlihat sehat, karena hati dan pikirannya sibuk memikirkan dunia yang tidak berkesudahan.

Sedangkan bagi seorang muslim yang orientasi hidupnya adalah akhirat, maka Allah selalu memberikan keberkahan, ketenangan hidup, kehidupan dunia yang lapang, dan kemudahan di segala urusannya. Meskipun terlihat kurang di mata orang, namun jiwa raganya sehat, karena hatinya terpaut dengan syariat.

Oleh sebab itu, sebagai seorang muslim, sudah seharusnya meluruskan orientasi hidupnya berdasarkan perintah Allah Subhanahu wa Taala yang bersumber dari Al-Qur’an. Orientasi hidup akan selalu berlandaskan akidah Islam jika kita memilih Al-Qur’an sebagai way of life. Senantiasa sehat jiwa dan raganya, sebab hidupnya hanya untuk Allah Azza wa Jalla. Walhasil, Allah akan berikan keberkahan dari langit dan bumi.

Wallahu a’lam

Dibaca

Loading

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

Konsultasi