Utang Hadlonah

3 Ramadan 1440H

“Kasih Ibu kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Selalu memberi tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia”

Ibu adalah orang pertama memiliki kewajiban hadlonah atas ananda. Tidak sebatas merawat dan mengasihi, tetapi juga mengasuh, menjaga fisik dan akal ananda tumbuh sesuai akidah Islam.

Bagaimana perkembangan fisik ananda harus dikawal berlandaskan akidah Islam. Mulai dari menjaga makanan apa saja yang masuk pada ananda, sarana apa saja yang digunakan ananda, dsb.

Menjaga akal dengan landasan akidah Islam tak kalah pentingnya dan sama wajibnya. Mungkin banyak seorang ibu yang akan segera meninggalkan aktivitasnya saat tahu ananda terjatuh dan terluka. Namun, tak banyak ibu yang biasa saja saat ananda dipapar dengan tontonan atau lingkungan yang merusak akalnya. Pun dengan jiwa ananda harus diasuh berlandaskan akidah Islam.

Peran ayah dalam mendukung ibu melaksanakan hadlonah sangat dibutuhkan. Harus ada sinergitas dalam berbagi peran. Jangan sampai hanya dibebankan pada ibu semata. Apalagi memfasilitasi ananda dengan berbagai media tanpa kontrol sama sekali. Dari ayah terlebih ibu.

Sebutlah gadget menjadi solusi agar ananda diam dengan game atau tayangan pilihan yang “katanya” sudah diawasi dan dipilihkan. Padahal jelas, game atau tontonan adalah kemubahan yang mengarah pada kesia-siaan waktu.

Ditambah saat ananda dipilihkan media semacam itu, maka indra ananda tidak semuanya berfungsi. Jika kekeliruan pada ananda, maka harus segera intropeksi. “Jangan-jangan saya salah dalam mengasuh ananda.”

Hadlonah yang diberikan pada ananda harus tuntas sampai tiba masa aqilnya. Jangan sampai sebagai orang tua, khususnya ibu punya utang hadlonah. Bagaimana pendidikan ananda di rumah dan sekolah (jika sekolah)? Siapa teman bermain ananda? Siapa yang mengasuh ananda jika ibu atau ayah tak bersamanya.

Banyak bertebaran anak masuk usia balig, tetapi belum mampu berpikir solutif. Mereka masih bergantung pada orang tua, terutama anak laki-laki. Banyak pula bertebaran remaja yang penuh masalah bahkan rajin melakukan tindak kriminal dan maksiat.

Jangan sampai terjadi saat ananda sudah balig, moralnya rusak, akalnya rusak, enggan berpikir solutif. Lalu di antara ibu dan ayah saling lempar kesalahan.

Utang hadlonah kelak juga akan dipertanggungjawabkan. Maka, jangan siakan masa-masa hadlonah ananda. Berilah hadlonah dengan kualitas terbaik.

Dibaca

Loading

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

Konsultasi