Meski Lelaki Menikah Tak Perlu Izin Orang Tua

Oleh. Prof. Fahmi Amhar

Ketika seorang lelaki mau menikah, dia memang tidak perlu meminta izin orang tuanya. Beda dengan wanita, yang perlu wali, yaitu ayahnya. Nikah tanpa wali, tidak sah.

Namun, yang harus setiap lelaki tahu, kalau nanti dia punya anak, apalagi anak perempuan, maka anak itu tanggung jawabnya ke keluarga besarnya. Maksudnya, kalau dia wafat, maka wali dari anak itu akan beralih ke kakeknya atau ke pamannya dari pihak ayah. Bukan dari pihak ibu!

Kalau pasangan suami-istri bercerai atau suami wafat, maka tanggung jawab atas kehidupan si istri kembali ke keluarganya semula. Namun, kehidupan si anak adalah tanggung jawab ayahnya atau keluarga besar ayahnya. Begitulah Islam mengatur.

Oleh karena itu, jika ayah atau saudara laki-lakinya tidak tahu bahwa dia menikah, atau bahkan telah punya anak, akan ada potensi kezaliman yang luar biasa. Hari ini kita menyaksikan banyak wanita yang pontang-panting menjadi single parent, bahkan sampai dijerat utang di mana-mana demi membesarkan anak-anak yatim dari almarhum suaminya. Padahal sebenarnya, anak itu masih punya kakek atau paman yang berkecukupan. Namun, mereka tidak tahu, atau tidak mau tahu, karena ketika almarhum menikah dahulu, mereka tidak diberitahu, apalagi dilibatkan.

Karena itulah, dalam Islam, nikah itu seharusnya adalah hubungan persahabatan. Tidak hanya antar kedua mempelai, tetapi juga antar kedua keluarga besar, yang berlanjut selamanya. Kedua mempelai boleh jadi suatu saat berpisah. Namun, tanggung jawab kepada generasi berikutnya, ada selamanya.

Dibaca

Loading

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

Konsultasi