Ukhuwah vibes, Dijalin Jangan Ditinggalin

(Reportase Kegiatan Remaja)

Oleh. Z. Syifa

Suasana pantai Greenthink, Ahad tanggal 23 Juni 2024 tak seperti biasanya. Dua puluhan remaja berkerudung dan berjilbab rapi itu membuat Greenthink “hidup”. Tak hanya itu, acara remaja yang dimotori oleh Kamilah (Kajian Milenial Muslimah) BePaPaKo (Besuk Paiton Pakuniran Kotaanyar) mampu menyedot perhatian pengunjung pantai hari itu. Dengan tema “Ukhuwah Vibes, Dijalin Jangan Ditinggalin” mengajak para remaja untuk merajut kembali persaudaraan sesama muslim, bukan tersebab adanya manfaat saja, namun karena keyakinan pada Allah Subhanahu wa Taala agar menjadi umat terbaik. Acara yang dipandu oleh Kak Azizah sebagai host membuat remaja semakin bersemangat meski suasana pantai kian terik dan pengunjung ramai berdatangan.

“Sebagaimana tilawah Al-Qur’an yang dibacakan oleh Kak Aisyah yaitu surah Ali Imron 110, bahwa umat Islam adalah umat terbaik,” ungkap pemateri. Ustadzah Risa menyampaikan juga bahwa kondisi hari ini ternyata umat Islam belum bisa dikatakan sebagai umat terbaik sebab masih banyak kemiskinan juga kebodohan yang mendominasi umat Islam. Padahal dahulu semasa Islam berjaya, banyak ilmuwan yang lahir dan mampu “menghidupkan” dunia dengan ilmu teknologi yang dicetuskannya sehingga kehidupan berjalan harmonis. Beliau menambahkan bahwa umat terbaik itu bukan yang banyak salat atau banyak puasa, namun umat terbaik itu adalah yang melakukan amar makruf nahi munkar atau terus menerus mengajak pada kebaikan dan mencegah segala bentuk kemungkaran.

Ustadzah Risa menyatakan bahwa saudara itu ibarat satu tubuh. Jika ada anggota tubuh yang sakit, maka anggota tubuh lainnya juga akan merasakannya. Sebagai contoh apa yang dialami oleh muslim kita di Palestina yang mengalami genosida dan penjajahan oleh Zionis Israel. Karena “innamal mukminuuna ikhwah” sesungguhnya setiap mukmin itu bersaudara, maka masalah Palestina juga masalah kita. Kita harus menolong mereka. Tidak sekadar donasi, share berita tentang Palestina, mendoakan juga aksi damai saja, tetapi harus bersatu membela Palestina.

Beliau menambahkan bahwa rasa persaudaraan itu harus dipupuk. Cara yang bisa dilakukan yakni dengan memahami bahwa kita adalah muslim dan setiap muslim adalah saudara. Kemudian dengan peduli terhadap kondisi muslim lainnya, jadi ada aksi nyata. Selain itu, kita juga harus punya pemikiran yang sama bahwa umat Islam harus bersatu, sebab ketika Islam bersatu jaya. Dan persatuan itu akan terwujud jika ada pemimpin kaum muslimin yang mempersatukan seluruh kaum muslimin.

Berikutnya untuk mengokohkan rasa persaudaraan itu, peserta diajak untuk bermain game mengenal teman atau peserta lain, juga ada game menyebutkan potensi diri. Yang itu semua bertujuan kelak mereka bisa menjadi tim yang solid dalam amar makruf nahi munkar, bersama menjadi umat terbaik. Antusiasme peserta yang luar biasa membuat acara kajian remaja kali ini semakin seru. Peserta yang berasal dari Paiton dan sekitarnya mulai usia SD hingga Perguruan Tinggi mampu berbaur dalam game “ukhuwah” tersebut.

Dalam sesi tanya jawab, Dek Firda dan beberapa peserta lainnya bertanya tentang masalah remaja yang sering terjadi seperti pergaulan bebas di antara mereka. Yang kemudian dijelaskan oleh Ustadzah Risa, jika melihat kemaksiatan maka kita harus mengingatkan atau menegurnya atau melaporkannya juga mendoakan pelakunya agar menyadari kekeliruannya. Sebab, kita adalah saudara muslim. Sesama muslim itu bersatu bukan berseteru, merangkul bukan memukul, saling menyayangi bukan membenci. Semoga ukhuwah akan terus terjalin agar kita mampu menjadi umat terbaik.

Dibaca

Loading

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

Konsultasi