Selamat Berbohong

Oleh. Emaknya Abdurrohman

Bangunan kuno yang kokoh itu sedang mencibir pada derum mobil yang berlalu lalang. Dicibirnya pula para penumpang yang sok perlente dan elegan. Sebenarnya kalau bangunan itu manusia, tentu tak sudi dia didiami penghuni yang tak punya nurani. Apa bedanya dengan pilar yang menopang bangunan kokohnya. Istana yang sudah tua.

Lukisan-lukisan bangunan itu seakan menampakkan kewibawaan yang palsu. Menghujani fatamorgana bahagia pada penghuni istana. Di sanalah berkumpul orang sok penting yang memimpin negeri.

Di ruang pojok, terdengar suara keyboard yang ditekan dengan kasar. Keyboard kedengarannya seperti mengaduh kesakitan, namun tak digubris sang tuan. Lebih perih lagi, keyboard itu seolah-olah kesal dengan apa yang diketik tuannya, kuli tinta istana.

Kuli tinta istana itu masih sibuk dengan ratusan file menumpuk. Segala berkas sudah dilahapnya, tetapi tak jua ditemukan berkas asli yang akan dimusnahkan itu. Keringat dingin mengucur saat jam dinding yang berbunyi terdengar bagai mengejeknya. Tiga puluh menit lagi, dia harus mempresentasikan program pimpinannya.

Waktu melaju dengan cepat, sementara berkas belum juga ketemu dan idenya sudah tersumbat. Betapa urgennya berkas itu, rapor merah istana yang tak boleh diketahui rahasianya.

Segudang rahasia tentang janji palsu, tentang data politikus yang rakus pada “fulus,” tentang kebijakan mainan, tentang dana kesehatan yang ditilap, dan lainnya. Keringat dingin mengucur deras membahasi kemeja di balik jasnya. Padahal ruang pojok sempit itu ber-AC.

Orang-orang yang seakan dicibir bangunan kokoh istana sudah berkumpul. Berbagai kudapan tersaji di hadapan. Kerakusan dipertontonkan. Kuli tinta menenangkan diri. Dia sudah punya jurus ampuh untuk mengelabuhi.

Dengan penuh optimis, dia akan duplikasi kebohongan pimpinan. Maka dengan santai dia bilang pada jiwanya yang memberontak, “Sabarlah, tinggal selangkah, selamat berbohong,” lalu kemantapan mengantarnya pada mimbar kepalsuan.

#mbokpreneurIndonesia

Dibaca

Loading

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

Konsultasi