Reportase MLF 1444

 

Maulid Leadership Forum

 

Pagelaran akbar yang diselenggarakan secara nasional ini dimulai jam 8.00 WIB. Dipandu olehUstaz Agung seku MC. Acara dibuka dengan khidmat. Dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an.

 

keynote speech oleh K.H. Rahmat S. Labib, beliau menjelaskan bahwa kecintaan dan kerinduan pada Nabi tak harus menunggu bulan Mauli. Namun, peringatan seperti ini untuk syiar Islam agar kaum muslim semakin kokoh cintanya dengan keteladanan, mengikuti RAsulullah. Sebab, di luar sana banyak kegiatan peringatan Maulid, tetapi tidak mampu menggerakkan kaum muslim untuk meneladani Rasulullah dalam ekonomi, politik, dan aspek lainnya secara total.

 

Menurut beliau, nahasnya, kaum muslim yang mengaku cinta hanya dalam hal ubudiyah, namun tidak mau meneladani pemerintahan dan Negara. Kaum muslim masih mengikuti Montesque dan lainnya dalam Negara. Beliau mengingatkan bahwa Nabi adalah sosok pemimpin. Sosok kepemimpinan yang baik. rasulullah selain nabi dan Rasul, beliau adalah pemimpin keluarga dan pemimpinan Negara.

 

K.H. rahmat menegaskan untuk muhasabah, “Benarkah kita pengikutrnya?”

 

Sebelum acara diskusi, ada tayangan video tentang potret buram kehidupan kaum muslim saat ini. Bagaimana islamofobia dan kerusakan demi kurasakan yang kian merajalela. Lantas bagaimana umat Islam bisa meraih gelar umat terbaik dan kemenangan yang mulia?

 

Acara yang diikuti 20.448 peserta secara online ini diisi opeh pemateri pertama, Islamic Leadership oleh Ustaz Ir. M. Karebet. Beliau membawa seputar kepemimpinan. Dua aspek yang diperhatikan, yaitu amanah dan visioner. Pemimpin harus amanah dan harus vesioner karena pertanggungjawabannya sampai akhirat.

 

Beliau menjelaskan fenomena VUCA yang membuat gangguan. Ada empat hal, yaitu:

Volatile, adanya gejolak. Uncertainty adanya ketidakpastian, complexity membuat situasi kompleks, dan ambiguity yang serba tidak pasti.

Dalam VUCA ada complexity yang mengharuskan adanya complex problem solving. Berbagai model kepemimpinan dijelaskan sebuah kesimpulan yang bisa membawa kehidupan yang mendasar dan besar dengan pemikiran metanoya (bahasa Yunani), meta adalah perubahan dan noya adalah pemikiran. Dengan metanoya ini akan menciptakan way of life (wold view) yang bisa mengubah tatanan kehidupan seseorang.

 

Syarat kepemimpinan yang pertama adalah way of life. Sementara way of life ini ada yang salah ada yang benar. Pemimpin yang punya way of life akan memiliki idealized influence, inspirational mptivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration.

 

Way of life yang benar dari kepemimpinan yang benar sudah termaktub dalam surah AL-Ahzab ayat 21:

firman-Nya:

 

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

 

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasûlullâh itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allâh dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allâh.”

 

Sehingga di sinilah harus diperoleh world view yang benar dengan memahami hakikat hidup manusia. Saat ini manusia menggunakan worldview kapitalisme-sekularisme. Dimana Rostow menjabarkan kapitaleme itu, paradigmenya adalah agama harus dihapus bagi pembangunan, asasnya manfaat, tujuannya menghalalkan segala cara. Ketika kapitalisme-sekularisme diterapkan akan memunculkan residu berupa tingginya kriminalitas.

 

Sementara worldview komunisme memiliki tujuan untuk menguasai sumber daya dunia. Sehingga sama-sama memunculkan residu. Maka kita harus mengambil hikmahnya. Sebagaimana firman Allah dalam surah Ar-Rum ayat 41:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

 

Kepemimpinan transformational dengan way of life Islam. Sehingga akan cenderung pada ketaatan dan membawa ke selamatan menuju surga. Maka perlu kita memiliki way of life Islam agar mewujudkan peradaban mulia.

 

Usai sesi materi seputar leadership,  dilanjut nasyid dan video. Setelah video, sesi talkshow dimulai. Talkshow ini dimoderatori oleh Coach Akhmad Adiasta. Ada lima narasumber, K.H. Rahmat S. Labib, Prof. Dr.Ing. Fahmi Amhar, Ustaz Ir. H. Ismail Yusanto, Ir. Muhammad Karebet Widjayakusama, M.A., dan Ir. Reta Fajriyah.

Dibaca

Loading

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

Konsultasi