Reportase Majelis Taklim Islam Kaffah “BBM Naik, Rakyat Menjerit”

Alhamdulilah, Minggu (2 Oktober 2022),
Majelis taklim Islam Kaffah kembali mengadakan acara kajiaan dengan tema “BBM Naik,Rakyat Menjerit” yang dilaksanan di Musholla Al Hikmah Leces. Dengan antusias acara tersebut dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai kalangan, baik pelajar, praktisi pendidikan, hingga ibu rumah tangga, baik usia muda hingga lansia dari kecamatan Leces dan sekitarnya. suasana asri dan penuh hikmat mampu membuat ibu- ibu semangat mengikuti kajian.

Acara dibuka dengan sapaan hangat dari Ustadzah Karyumi yang Suaranya serak namun tetap tegas dan penuh semangat. Selaku pembawa acara, Ustazah Karyumi mengajak ibu-ibu mengucapkan syukur karena diberikan nikmat sehat dan nikmat berupa kesempatan untuk hadir sebagai pembuka acara.,

Acara dilanjutkan dengan pembacaan tilawah Al-Qur’an beserta saritilawahnya oleh Taqiya, Nafi’, dan Aqila.Ketiganya adalah anak-anak guru kami yang sangat muda usianya, tetapi mampu membuat peserta terkagum mendengar dengan syahdu kemerduan bacaannya.

Setelah itu, tibalah pada acara inti, yakni materi yang disampaikan oleh Ustadzah Nihayah sebagai Pemateri membuka acara dengan mengungkapkan rasa kebahagiaan yang tak terhingga karena telah diberi kesempatan untuk bertemu dengan para jemaah yang hadir dalam majelis taklim dari usia yang belia hingga usia lansia.

Syahdan, pemateri memaparkan kenaikan BBM dari rezim ke rezim. Alasan naiknya BBM dan dampaknya bagi kehidupan bermasyarakat. Beberapa di antaranya adalah naiknya harga transportasi, harga bahan pangan, penurunan daya beli masyarakat, pemutusan hubungan kerja (PHK), pengangguran, dan tingkat kemiskinan meningkat. Padahal, Indonesia memiliki sumber daya alam migas yang melimpah.

Dilanjutkan pemateri dengan menjelaskan beberapa sumber daya alam yang ada di Indonesia seperti di Riau, Papua, Blok Cepu, Natuna, dll? Adakah peningkatan demi peningkatan dari tahun ke tahun? Tidak, justru utang negara semakin membludak dari tahun ke tahun bahkan setiap tahunnya bunganya saja mencapai 400 triliyunan. Mengapa begitu? Karena, negara pada saat ini tidak lagi mengurus urusan rakyat, tetapi malah menjadi regulator yang mengikuti kepentingan pemodal atau rakyat asing.

Maka, bagaimana cara Islam memberi solusi? Pertama, harus diketahui bahwasanya penguasa berkewajiban mengurusi urusan rakyat dan menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok masyarakat. Dalilnya,
“Pemimpin masyarakat adalah pengurus dan dia bertanggung jawab atas rakyatnya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Kemudian, adanya pemetaan kepemilikan harta Indonesia dikaruniai sumber daya alam yang melimpah. Berdasarkan Syariat Islam, BBM, energi, tembaga, batu bara, dan sumber daya alam lainnya yang menguasai hajat hidup orang banyak hakikatnya milik rakyat atau milik umum. Hal ini berdasarkan pada sejumlah hadis.

Di antaranya riwayat Ibnu Abbas ra. yang menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Kaum muslim berserikat memiliki (hak yang sama) dalam tiga perkara: air, padang rumput, dan api. Harganya adalah haram.”
(HR Ibnu Majah dan Ath- Thabarani)

Adapun pada hadis lain juga dijelaskan, “Sesungguhnya dia bermaksud meminta (tambang) garam pada Rasulullah. Tatkala beliau memberikannya … berkata salah seorang laki-laki dalam majelis. “Apakah engkau mengetahui apa yang engkau berikan padanya? … sesungguhnya apa yang engkau berikan itu laksana ( memberikan) air yang mengalir.” Akhirnya beliau bersabda, “(kalau begitu) tarik kembali darinya.” (HR At- Tirmidzi)

Terkait dalil ini, Syaikh Abdul Qadim Zalum menjelaskan dalam kitab Al-Amwal dalam Khilafah bahwa ini adalah dalil larangan untuk individu memilikinya. Karena itu, semua merupakan milik seluruh kaum muslim.

Berdasarkan syariat, pengelolaan SDA tersebut dilakukan oleh negara dan didistribusikan pada masyarakat. Sebagaimana contoh pada zaman adanya kekhilafahan dulu, khalifah memberi secara langsung listrik, BBM, dan sebagainya pada Masyarakat. Hal itu membuat rakyat mudah mendapat kebutuhan energi dengan harga terjangkau bahkan gratis tampa ada BLT.

Secara tidak langsung, Khilafah menjamin secara mutlak kebutuhan dasar publik seperti kesehatan, pendidikan, dan keamanan bagi warga negaranya. Cara ini menjadikan warga negara Khilafah bisa mengakses layanan publik secara gratis hingga kesejahteraan dan kemaslahatan bisa dirasakan seluruh warga negara. Hanya saja, pengaturan ini bisa terlaksana jika Islam diterapkan secara sempurna dalam bingkai khilafah Islamiyah.

Setelah itu, disambut antusias ibu-ibu yang bertanya. Pertanyaan beragam ada yang bertanya tentang cara mengatasi kenaikan BBM, ada juga yang bertanya mengapa kenaikan BBM terus menerus terjadi padahal selalu ada penolakan (demo) dari masyarakat, juga mengapa pengelolaan sumber daya alam di Indonesia diserahkan pada rakyat asing, mengapa tidak dikelola sendiri, dan mengapa ada UU Migas No. 22 Tahun 2021 yang membebaskan kepemilikan migas pada asing?

Kemudian dilanjut dengan pemberian doorprize oleh panitia yang jatuh pada Ibu Sugeng dan Ibu Risky kemudian acara ditutup dengan doa oleh Ustadzah Katmining.

[Rep. Fida Annur]

Dibaca

Loading

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

Konsultasi