More Than Beauty part 3

Afiyah Rosyad

Faza merasa nyaman dalam dekapan Faza. Dia merasakan bebannya sedikit berkurang. Sesenggukan membuatnya sedikit berat bernafas, suaranya agaj sengau karena tangisan dahsyatnya. Sampai dia tenang baru Ruqoyyah menanggapi Faza.

Faza menyimak dengan seksama dan hati-hati. Tak ingin dia melewati sehuruf pun dari penjelasan teman barunya ini. Dia tak ingin menyesal lagi sebagaimana dulu dia mengabaikan kakaknya.

Ruqoyyah menjelaskan bahwa setiap insan pasti diliputi kesalahan dan kealpaan, dirinya juga tak lepas dari hal itu. Namanya manusia pastilah lemah, terbatas, dan butuh pada yang lain. Taubatan nasuha adalah pilihan tepat bagi setiap muslim saat menyadari dosa-dosanya.

Apa pun permasalahannya, seberat gunungkah, bahkan seluas jagad raya, InsyaAllah Allah akan menerima taubat hamba-Nya sebelum nyawa sampai di kerongkongan. Ruqoyyah menekankan agar adik binaannya ini melakukan taubatan nasuha. Ada sepercik harapan dari manik Faza yang bening. Tampak olehnya, ada keinginan kuat dalam diri Faza untuk berubah.

Faza mengangguk-anggukkan kepala. Semakin jelas, ada secercah harapan terbentang. Dia tahu bahwa dia berpakaian syar’i karena risih saat berjalan dengan kak Aya’. Sementara dia memakai baju super sexy dan tak pantas dikenakan.

Bahkan nini juga senang saat Faza memakai baju syar’i. Kak Daud juga sangat mendukung. Bahkan berjanji akan membelikan set baju syar’i jika pulang. Sebenarnya selama ini Faza bergejolak karena dirinya merasa banyak dosa. Dosa yang bertumpuk bukan perkara pakaian saja. Tapi profesinya sebagai artis meski figuran juga masalah besar baginya. Pergaulannya tidak terjaga.

“Bisa dimengerti kan, Dik?” Ruqoyyah menyadarkan lamunan Faza.

Sekali lagi Faza menganggukkan kepala mantap. Seulas senyum manis tersungging di bibirnya.

“Kak, aku ini lagi goyah, galau. Aku masih terlibat proyek pembuatan film. Sudah separuh jalan. Aku pengin mundur. Tapi gimana ya, Kak? Aku sudah teken kontrak.”

“Sudah menerima uangnya?” tanya Ruqoyyah.

“Iya Kak, aku siap untuk mengembalikannya,” Faza menjawab mantap.

“Dik Faza pernah tahu ada artis mundur dari sebuah proyek? Garapan apa pun, sinetron, film, video klip, dll. Lalu apa yang terjadi pada dirinya?” tanya Ruqoyyah lagi.

“Banyak Kak, ya ada juga yang akhirnya terseret ke ranah hukum. Cuma banyak kok yang berhenti baik-baik dan kehidupannya sekarang baik-baik saja. Kalaupun nanti aku berakhir di meja hijau, aku siap Kak!” Faza menjelaskan.

“MasyaAllah, baik Dik. Aku kira Dik Faza sudah tahu apa yang harus dilakukan,” Jawab Ruqoyyah dengan senyum super lebar.

“Ya Allah Dik, kita lanjutkan nanti sore ya. Biar aku ke rumahmu. Sekalian berjumpa nini. Ntar lagi masuk nih. Maaf ya!” Sambung Ruqoyyah sembari berbenah.

“Baik Kak, it’s oke!” Jawab Faza sambil mengulurkan tangan, bersalaman, lalu memeluk Ruqoyyah.

Faza mengekor langkah Ruqoyyah hingga menghilang di sebuah tikungan. Lalu Faza menunaikan sholat dhuha. Faza mengendarai motornya diliputi rasa haru, dadanya bergemuruh ingin segera tiba di rumah. Rasanya dia ingin langsung terbang ke Ibu Kota untuk menyelesaikan kontraknya. Ah paling cuma menejernya nanti yang kecewa.

To be continued….

Dibaca

 63 total views,  1 views today

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

Artikel Terbaru

Konsultasi